e-Life

Catat! Olahraga Tidak Sebabkan Serangan Jantung

dtv - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 06:27 WIB
Jakarta -

Pasca meninggalnya pebulutangkis Indonesia, Markis Kido, yang disebabkan serangan jantung saat bermain bulu tangkis, muncul isu yang menyebutkan berolahraga dapat menyebabkan resiko serangan jantung. Hal ini dibantah oleh seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah, Ahli Ilmu Faal Olahraga, dan TV Host, dr. Vito Damay, Sp.JP(K).

dr. Vito menyatakan olahraga tidak menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung, sehingga kita tidak perlu khawatir. "Satu, kita nggak perlu sebenernya khawatir berlebihan dengan olahraga. Karena olahraga itu sendiri, tidak menyebabkan seseorang menjadi serangan jantung," jelas dr. Vito pada program e-Life di detikcom.

Justru sebaliknya, olahraga harus dilakukan karena dapat menurunkan resiko serangan jantung. "Jadi karena itu, olahraga harus dilakukan dan itu benar-benar menurunkan resiko penyakit jantung," tambah dr. Vito.

Penyebab seseorang mengalami serangan jantung saat olahraga adalah karena kemungkinan orang tersebut memang mempunyai faktor resiko penyakit jantung. "Nah itu yang pertama kenapa orang olahraga lagi naik sepeda, lagi lari tiba-tiba serangan jantung, karena dia sudah punya penyakitnya," jelas dr. Vito.

Faktor lain yang dapat menjadi penyebab serangan jantung ialah kebiasaan merokok dan kolesterol tinggi yang kadang tidak disadari oleh sebagian orang. "Yang kedua, orang yang kelihatannya hidup sehat, pola makan oke, olahraga teratur, tapi ternyata dia perokok. Atau orang-orang yang kelihatannya kok baik-baik aja, badan bagus, dia nggak sadar dia nggak pernah cek kolesterol, ketika dicek kolesterol 300," ungkap dr. Vito.

Ketika seseorang memiliki resiko penyakit jantung, maka salah satu olaharaga yang cocok dilakukan untuk membuat jantung sehat adalah dengan olahraga moderate intensity atau olahraga intensitas sedang. "Olahraganya adalah dengan cara Anda olahraga moderate intensity atau intensity yang sedang-sedang aja, itu 30 menit setidaknya setiap hari," jelas dr. Vito.

(gah/gah)