Bupati Bojonegoro Imbau Masyarakat Hormati JOA Cepu
Minggu, 19 Mar 2006 11:13 WIB
Bojonegoro - Blok Cepu masih membara. Keputusan pemerintah untuk menjadikan ExxonMobil dan Pertamina sebagai operator bersama belum diterima dengan legowo sebagian masyarakat. Oleh karena itu Bupati Bojonegoro HM Santoso meminta kepada semua eleman bangsa termasuk tokoh nasional untuk menghormati hasil perjanjian Joint of Agreement Blok Cepu. "Siapa pun harus menghormati. Karena jika tidak bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang ingkar janji dan itu sangat berdampak buruk bagi Indonesia di masa yang akan datang," kata Santoso usai menghadiri syukuran Ulang Tahun Kapolres Bojonegoro AKBP Herry Wibowo bersama anak yatim piatu dan tukang becak di Jl Untung Suropati, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (19/3/2006).Pernyataan Santoso itu disampaikan kepada wartawan menanggapi adanya rencana demonstrasi dari elemen masyarakat Jawa Tengah yang menolak ExxonMobil sebagai operator pengelola Blok Cepu.Santoso juga mengimbau kepada para demonstran untuk tidak mengganggu stabilitas Bojonegoro yang sudah tenang dan kondusif."Kalau mereka datang baik-baik silakan. Tapi kalau datang dengan kata-kata yang tidak baik jangan di bumi angling darmo, silakan di tempat masing-masing," jelas Santoso.Informasi menyebutkan ribuan orang dari berbagai elemen se-Jawa Tengah, Minggu (19/3/2006) akan melakukan aksi penolakan ExxonMobil sebagai pengelolah Blok Cepu Mereka membangun kemah di kawasan perbatasan Bojonegoro-Cepu Jateng selama tiga hari berturut-turut.
(ahm/)











































