Ajak Taat Prokes, Megawati Cerita Lockdown di Rumah 1,5 Tahun

Matius Alfons - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 18:52 WIB
Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan keterangan kepada awak media, Bali, Denpasar, Kamis (8/8/2019). Kongres V PDIP di Bali kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum. Megawati langsung diambil sumpah jabatan di hadapan para kader.
Megawati Soekarnoputri (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri meminta masyarakat terus menaati protokol kesehatan di tengah pandemi Corona yang makin melonjak belakangan ini. Megawati bahkan bercerita bahwa dia sempat menjalani lockdown 1,5 tahun di rumahnya.

Megawati mengaku mendapatkan informasi terjadi lonjakan COVID-19 di 10 provinsi, termasuk di Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Baginya, itu semua bisa terjadi karena ada kecenderungan warga yang kurang bersedia menegakkan kedisiplinan protokol pencegahan COVID-19.

"Kalau saya tanya, sudah bosan Bu. Siapa yang tak bosan? Tapi apakah karena kita bosan maka boleh melanggar aturan, yang sebenarnya juga baik dari sisi kesehatan," kata Megawati dalam keterangannya, saat berpidato di peresmian kompleks rumah adat atau baileo, monumen, dan Jalan Ir Soekarno, di Masohi, Maluku Tengah, secara virtual, Senin (21/6/2021).

Megawati lantas bercerita bagaimana dirinya menjalankan protokol kesehatan dengan di-lockdown oleh anak-anaknya di rumah selama 1,5 tahun. Dia mengaku sebetulnya ada keinginan untuk berpergian ke luar, namun niat tersebut diurungkan demi kesehatan.

"Saya sendiri di-lockdown oleh anak-anak saya. Tak boleh kemana-mana, sudah 1,5 tahun. Makanya mayoritas saya webinar terus. Saya sebenarnya ingin ke Masohi, tapi bagaimana lagi? Kan demi menjaga kesehatan," ucapnya.

"Saya umurnya 74,5. Tahun depan 75. Waktu saya wapres, tim dokter pantau saya terus. Tapi alhamdulillah saya sehat walafiat, mohon doanya," lanjut Megawati.

Meski di-lockdown selama 1,5 tahun, Megawati mengaku tetap bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari. Dia menyebut tetap menjalani kegiatan partai secara daring.

"Tetap bisa produktif. Saya sudah menjalani 103 webinar kegiatan partai," sebut Megawati.

Karena itulah, Megawati mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Dia juga meminta semua pihak bergotong royong untuk saling mengingatkan.

"Mari bergotong royong mengatasi pandemi dan saling mengingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," ujar Megawati.

Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP selalu memprioritaskan penanganan COVID-19. Atas dasar itulah, dia memastikan kini bahkan kantor PDIP tengah tutup untuk sementara waktu.

"Kami menempatkan penanganan COVID-19 sebagai prioritas utama. COVID-19 dan variannya tidak bisa dipandang remeh," kata Hasto.

"Dan kantor DPP PDI Perjuangan memang diputuskan untuk ditutup sebagian demi mengurangi aktivitas. Sebagian bekerja dari rumah," ujar Hasto.

Simak juga video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]

(maa/imk)