Asyik! Hari Libur Bakal Diatur Lagi
Minggu, 19 Mar 2006 10:28 WIB
Jakarta - Asyik....hari libur bakal diatur lagi. Ini artinya, tanggal merah yang jatuh pada hari Selasa, akan digeser ke hari Senin sehingga publik akan menikmati weekend panjang: Sabtu, Minggu, dan Senin.Sejatinya, Indonesia mulai menikmati metode penggeseran hari libur seperti yang terjadi di negeri Barat ini ketika Jusuf Kalla menjabat sebagai Menko Kesra. Kalla menggeser hari libur untuk mendongkrak pariwisata Bali yang terpuruk akibat bom Bali I pada 12 Oktober 2002 silam.Menurut Kalla, jika tanggal merah digeser sehingga weekend jadi panjang, maka publik terdorong untuk berwisata. Harapannya, masyarakat akan piknik ke Bali sehingga Bali berdenyut kembali.Penggeseran tanggal merah ini misalnya jika hari libur nasional jatuh pada hari Kamis, maka libur akan digeser pada hari Jumat. Dengan demikian weekend akan jatuh pada Jumat, Sabtu dan Minggu. Demikian juga jika hari libur jatuh pada Selasa, maka digeser menjadi hari Senin. Pergeseran ini tidak berlaku jika hari libur nasional itu merupakan peringatan hari raya, misalnya Idul Fitri, Idul Adha, Natal atau pun Tahun Baru.Kebijakan Kalla tersebut disambut dengan sukacita. Tidak ada lagi hari kejepit nasional (harpitnas) yang mendorong banyak pegawai membolos.Tapi ketika Kalla naik pangkat menjadi Wapres, kebiasaan menggeser hari libur ini lenyap. Harpitnas pun muncul lagi. Pada Jumat 26 Februari lalu, Kalla pun mengomel. Dia merasa "tersiksa" karena harus mengantor pada hari itu yang kebetulan merupakan harpitnas. Sebab sehari sebelumnya Kalla bersantai karena merupakan tanggal merah Hari Kenaikan Isal Almasih. Jadi hari Jumat 26 Februari merupakan hari tanggung, karena esok harinya adalah weekend Sabtu-Minggu.Bisa jadi setelah mendengar keluhan Kalla, Menko Kesra yang kini dijabat Aburizal Bakrie pun bergerak. Menurut rencana, Ical akan memimpin rapat koordinasi tentang pengaturan hari libur nasional. Tapi yang diatur bukan untuk tahun ini, melainkan untuk tahun depan.Rapat digelar pada Senin 20 Maret 2006 pukul 14.00 WIB di kantornya. Besar kemungkinan Ical akan menerapkan kebijakan yang dirilis Kalla dulu. Dan harpitnas tinggal kenangan. Horee...
(nrl/)











































