Rusun Nagrak Cilincing Mulai Dipakai untuk Isolasi Pasien COVID-19

Tiara Aliya - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 13:07 WIB
Rusun Nagrak Cilincing disiapkan sebagai antisipasi lonjakan COVID-19 di Jakarta. Ada 2.500 bed yang bisa digunakan pasien isolasi Corona.
Rusun Nagrak Cilincing (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mulai mengaktifkan Rusun Nagrak Cilincing, Jakarta Utara, sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19 tak bergejala. Pengaktifan ini menyusul tempat isolasi di wisma-wisma DKI dinyatakan full capacity.

"(Rusun) Nagrak Wisma sudah dulu jalan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2021).

Selain Rusun Nagrak, lokasi lainnya yang dibuka ialah Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta Timur. Sebagaimana diketahui, Rusun Nagrak termasuk ke dalam skenario tingkat kebutuhan ruangan isolasi pasien COVID-19 tahap 2 dengan kapasitas 2.550 orang. Secara keseluruhan, ada 7 lokasi yang masuk ke tahap 2. Total kapasitasnya mencapai 6.648 orang.

"Untuk yang lain menyusul," ucapnya.

Widyastuti mengatakan berbagai persiapan tengah dilakukan. Mulai dari pengaturan limbah medis hingga petugas medis yang menangani pasien di masing-masing lokasi.

"Ada SDM yang di situ bertugas membuat registrasi dan komunikasi dengan puskesmas sebagai lini terdepan untuk asesmen si warga tadi. Kemudian pengaman lainnya termasuk menyiapkan limbahnya seperti pengaturan jadwalnya dan pengobatan sederhana termasuk apabila dalam proses karantina tadi menjadi lebih buruk misalkan harus juga disiapkan mekanismenya," jelaskan.

Tak hanya itu, Widyastuti memastikan pihaknya bersama instansi lainnya telah mensosialisasikan pemanfaatan Rusun Nagrak sebagai tempat isolasi. Khususnya, terhadap penghuni rusun ini.

"Kami tidak sendiri kan kami bekerja, ada camat, lurah walikota dan pengurus rusun sekali lagi bahwa isolasi mandiri atau terkendali yang disiapkan tentu butuh pemahaman bahwa ini kerja bersama ini diperlukan dukungan masyarakat jadi kita bayangkan kalau itu menyerang keluarga kita kalau masih ada stigma nanti siapa yang merawat kalau bukan kita, kita jaga bersama," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Ketersediaan tempat isolasi bagi pasien COVID-19 di Jakarta semakin menipis. Hal itu seiring dengan kenaikan kasus COVID-19 di DKI Jakarta yang terus meningkat signifikan. Bahkan, selama tiga hari berturut-turut pecah rekor.

Pemprov DKI Jakarta menyebutkan kini ketersediaan tempat isolasi pasien COVID-19 tak bergejala di sejumlah wisma dinyatakan penuh. Adapun, wisma-wisma yang saat ini menampung pasien COVID019 ialah Wisma Atlet di Kemayoran, Graha TMII dan Graha Ragunan.

"Saat ini posisinya, keterisiannya cepat sekali jadi penuh," kata Widyastuti, Senin (21/6/2021)..

(mae/mae)