Oknum Brimob Penganiaya Wartawan Harus Ditahan

Oknum Brimob Penganiaya Wartawan Harus Ditahan

- detikNews
Minggu, 19 Mar 2006 07:20 WIB
Jakarta - Mabes Polri didesak untuk bertindak adil dalam menangani kasus bentrokan di Universitas Cendrawasih, Abepura, Papua. Mabes Polri harus menahan oknum anggota Brimob yang menganiaya para wartawan."Untuk itu Indonesia Police Watch mendesak Mabes Polri segera menangkap dan menahan anggota Brimob yang menjadi pelaku penganiayaan terhadap para wartawan. Selain itu mengganti semua biaya pengobatan para wartawan dan peralatan jurnalistiknya yang dirusak anggota Brimob," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (19/3/2006).IPW mengecam aksi balas dendam yang dilakukan sejumlah oknum anggota Brimob pasca kerusuhan Abepura yang menewaskan rekan mereka.Apalagi yang menjadi korban adalah para wartawan yang bertugas menjalankan fungsi jurnalistik yang dilindungi undang-undang.IPW merasa prihatin dengan bentrokan di Abepura. Namun adalah sesuatu yang tidak sepantasnya jika aparat Brimob melakukan aksi balas dendam yang membabi buta. Sebab tindakan tersebut hanya akan memperkeruh suasana di Papua.Dengan memanasnya situasi di Papua, IPW menghimbau agar Mabes Polri segera mengevaluasi kemampuan dan sikap profesional para pimpinan Polri yang bertugas di daerah tersebut. Baik yang berada di jajaran atas, tengah maupun di lapangan.Sebab IPW menilai terjadinya bentrokan di depan Uncen adalah akibat tidak profesionalnya para pimpinan Polri di Papua dalam mengendalikan situasi."Kemampuan komunikasi, lobi dan strategi mereka sebagai pejabat polisi sipil yang mengayomi dan melindungi masyarakat praktis tidak terlihat. Akibatnya, aparat Brimob di lapisan terbawah menjadi korban bulan-bulan kemarahan massa yang berdemonstrasi," sesalnya.Aksi massa di Uncen sebenarnya tidak terlalu banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan aksi massa buruh parik Maspion di Surabaya, Jawa Timur. Namun aksi buruh tersebut dapat dikendalikan aparat kepolisian di Jatim tanpa bentrokan berarti dan tanpa korban jiwa. (ddn/)


Berita Terkait