Antisipasi Demo Exxon, Polisi Turunkan 1.000 Petugas

Antisipasi Demo Exxon, Polisi Turunkan 1.000 Petugas

- detikNews
Minggu, 19 Mar 2006 00:46 WIB
Bojonegoro - Penunjukan ExxonMobil Oil Indonesia sebagai panglima pengelolaan Blok Cepu kembali mendapat ujian berat.Informasi menyebutkan ribuan orang dari berbagai elemen se-Jawa Tengah, hari Minggu besok (19/3/2006) akan melakukan aksi dengan membangun kemah di kawasanperbatasan Bojonegoro-Cepu Jateng.Sesuai dengan informasi yang dihimpun detikcom, elemen yang di antaranya berasal dari Semarang, Solo, Banyumas, Purwokerto dan sejumlah daerah lainnya ini akan berkemah selama tiga hari. Bahkan mereka sudah menyerahkan surat pemberitahuan ke Polda Jateng.Untuk mengantisipasi terjadinya benturan peserta aksi dengan masyarakat, Polres Bojonegoro mengerahkan sedikitnya 1.000 personel, 1 SSK di antaranya dari unsur Brimob."Kita akan all out menjaga stabilitas Bojonegoro. Besok kita akan tempatkan personel di tiga titik. Prinsipnya bagaimana agar kedua belah pihak yang aspirasinya berbeda tidak benturan," jelas Kapolres Bojonegoro AKPBP Herry Wibowo saat dihubungi detikcom, Minggu (19/3/2006) dinihari.Ketiga lokasi tersebut, yang menjadi prioritas adalah Kecamatan Padangan (perbatasan Bojonegoro-Cepu Jateng) dan sekitar sumur minyak Banyuurip di Desa Mojodelik Kec Ngasem. Sedang sisanya on call di Mapolres dan Mapolwil Bojonegoro.Herry menegaskan bahwa surat pemberitahuan demo hanya diserahkan ke Polda Jateng, sedangkan Polres Bojonegoro tidak menerima. "Mereka tahunya Blok Cepu itu hanya di Jawa Tengah. Padahal tidak. Untuk itu di perbatasan akan kita tempatkan 2 SSK," terangnya.Kekhawatiran terjadinya benturan antara warga sekitar Blok Cepu dengan yang menolak ExxonMobil ini sangat beralasan. Sebab pada hari yang sama, seluruh desa yang berada di sekitar sumur minyak Banyuurip akan menggelar acara sujud syukur seiring rencana eksploitasi minyak dan gas."Kita khawatirnya itu. Pada hari yang sama ada kegiatan di seluruh Kecamatan Ngasem. Kalau bertemu kan bisa membahayakan," ujarnya.Kalau massa ngotot memblokir jalan atau menembus perbatasan? "Kita tetap akan melakukan tindakan secara persuasif. Bagaimanapun kan ada protap penanganan kegiatan seperti itu," janji Herry. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads