Petugas Jaga Polda Riau Dipukul Perwira Berawal dari Tak Sopan ke Satpol PP

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 09:03 WIB
Pekanbaru -

Petugas jaga di Polda Riau, Bripda FZ, dipukul seorang perwira. FZ diduga dipukul dan disuruh push up karena tak sopan kepada tamu, yakni petugas Satpol PP dari Provinsi Riau.

"Kompol RW ada di belakang mobil dinas Satpol PP Provinsi Riau. Setelah kendaraan melewati pintu masuk Kompol RW melihat piket jaga dari Satker Samapta melakukan pemukulan tiang portal warna kuning di depan mobil dinas Kompol RW," kata Kabid Propam Polda Riau, Kompol Gatot, kepada wartawan.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/6/2021) malam. Kompol RW, yang melihat perbuatan Bripda FZ, kemudian mendatangi petugas piket jaga.

RW menanyakan alasan Bripda FZ memukul portal. Dia menilai perbuatan FZ tidak sopan karena petugas Satpol PP merupakan tamu di Polda Riau.

"Ditanya kenapa dipukul, lalu Bripda FZ ini menjawab, 'Saya kesal, Komandan'. Dengar penjelasan itu, Kompol RW emosi sampai terjadi pemukulan ke arah muka Bripda FZ," katanya.

Selanjutnya, Kompol RW menjelaskan kehadiran Satpol PP dan dirinya ke Polda Riau malam itu melaksanakan perintah pimpinan untuk melaksanakan protokol kesehatan, penyekatan jalan, dan Operasi yustisi.

Dalam video pemukulan berdurasi 19 detik yang diterima detikcom terlihat Bripda FZ sempat berkomunikasi dengan sopir Kompol RW. Tidak lama kemudian, FZ tampak menunjuk arah portal yang terbuka.

Hanya dalam hitungan detik, Kompol RW keluar dari mobil dinas Polisi Nomor 172-IV. Kompol RW kemudian turun menemui Bripda FZ diikuti ajudannya, Brigadir TAQ.

Perwira polisi itu langsung mengepal tangan kanan dan memukul wajah Bripda FZ. Kerasnya pukulan itu membuat Bripda FZ sempoyongan dan terjatuh.

Setelah pemukulan, Kompol RW menemui kepala pos jaga malam itu dan memberi penjelasan. Kompol RW menyebut petugas piket di pintu utama adalah etalase Polda Riau sehingga harus bersikap sopan terhadap tamu.

Sebelum meninggalkan penjagaan, Kompol RW menanyakan kepada Bripda FZ apakah merasa kesal dan sakit hati. Bripda FZ disebut menjawab 'tidak'.

Mendengar jawaban itu, Kompol RW minta Bripda FZ membuktikan ucapan tersebut. Kompol RW kemudian menyuruh Bripda FZ push up jika tidak merasa dongkol dan sakit hati.

Insiden pemukulan itu kemudian disampaikan kepada Kabag Bin Ops Polda Riau AKBP Jasamen Manurung. Kompol RW memberi penjelasan soal pemukulan karena Bripda FZ dianggap tidak sopan.

"Dijelaskan bahwa anggota piket jaga pintu masuk utama Mapolda Riau tidak sopan bertugas pada saat melayani tamu yang masuk ke Mapolda Riau," katanya.

Gatot mengatakan pihaknya telah memeriksa Bripda FZ dan Kompol RW pada Jumat (18/6). Selanjutnya, hasil pemeriksaan diserahkan kepada pimpinan untuk diberi tindakan selanjutnya.

(haf/haf)