Aniaya Wartawan, SBY Minta Brimob Dirotasi
Sabtu, 18 Mar 2006 19:35 WIB
Ambon - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) minta segera dilakukan rotasi penugasan terhadap satuan Brimob yang bertugas di Abepura dengan kesatun-kesatuan lainnya."Sehingga suasananya menjadi baik dan tidak terpancing dengan hal-hal apapun. Kita mengerti memang perasaan anggota Brimob yang kawan-kawannya gugur dalam tugas itu," kata SBY di bandara Pattimura Ambon, Sabtu (18/3/2006).Pernyataan Kepala Negara tersebut menanggapi insiden pemukulan yang dilakukan oknum anggota Brimob terhadap sejumlah jurnalis saat meliput kerusuhan di Abepura, Jayapura.Sejumlah wartawan mengalami perlakuan kasar saat melakukan tugas jurnalistik. Dua wartawan TV7, Gogor Pambudi dan Dominikus Arya, serta seorang wartawan RCTI, Andi, diperlakukan dengan kasar oleh anggota Brimob di depan Markas Brimob saat mereka melakukan peliputan di lokasi. Kamera mereka dihilangkan.Ketiganya mengalami luka lecet di bibir, pelipis, dan lengan akibat ditendang dan dipukul anggota Brimob.Ketiga wartawan tersebut akhirnya diselamatkan masyarakat bersama beberapa anggota Brimob lainnya di rumah penduduk, di belakang Kantor Dinas Kesehatan Papua. Mereka kemudian dijemput Komandan Detasemen Khusus 88 Antiteror Komisaris Besar Fajaruddin.Juru kamera antv, Mahendra Dewanata, juga dipukul anggota Brimob, sementara kamera video mereka dihancurkan.Menurut Presiden, salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian tersebut adalah hendaknya semua pihak bisa menahan diri apalagi dalam menghadapi situasi pasca kerusuhan yang belum pulih benar.
(ddn/)











































