SBY: Kita Harus Ekspor Beras
Sabtu, 18 Mar 2006 16:25 WIB
Ambon - Presiden SBY mengajak agar bisa ekspor beras ke luar negeri. Ini merupakan obsesinya yang terpendam. Jadi tidak melulu impor beras dari luar negeri."Obsesi kita, harus ekspor beras ke luar negeri. Ini langkah untuk kemandirian pangan, jangan lagi tergantung pada negara lain dalam hal impor beras," ungkap Presiden SBY saat mencanangkan kawasan sentra produksi padi pascakonflik di Pulau Buru, Kecamatan Waeapo, Ambon, Sabtu (18/3/2006).SBY mengatakan ada perubahan image yang lama terhadap kondisi Provinsi Maluku, yakni daerah konflik yang menjadi kawasan lumbung padi untuk wilayah timur Indonesia. Untuk itu, revitalisasi pertanian merupakan kebijakan pemerintah pusat agar segera dilaksanakan oleh pemda sampai kabupaten."Kita harus benar-benar mandiri di bidang pertanian, sehingga ke depan tidak perlu ada impor beras dari negara lain," imbuh SBY.Dalam rangka peningkatan produktivitas padi, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian subsidi pupuk dan benih yang sangat menguntungkan Indonesia. Pada 2005, subsidi sebesar Rp 2,5 triliun, kemudian naik pada 2006 sebesar Rp 3 triliun."Selain itu perbaikan pengairan atau irigasi juga kita lakukan," ujarnya.Lalu, untuk menurunkan beban petani dan mengantisipasi permainan harga gabah, pemerintah mematok harga beras atau harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.550. "Jangan sampai harga beras turun dari yang ditetapkan, jika harga turun kita harus melakukan sesuatu," kata SBY.Sementara itu, Menteri Pertanian Anton Apriantono mengaku, 5 tahun ini produksi padi mengalami kenaikan. Tahun 2001 sebesar 50,46 juta ton beras, untuk gabah kering giling tahun 2005 meningkat hingga 54,06 juta ton. Sementara panen raya yang dilakukan hingga April ini di seluruh Indonesia akan dihasilkan 15 juta ton beras.Pada acara pencanangan ini, SBY juga melakukan panen raya di Desa Waenetat, Lembah Waeapo, Kabupaten Buru, Ambon. Pada panen raya ini, SBY melakukan panen jenis padi varietas Waeapo Buru.Demo Dibubarkan PaksaSebanyak 60 aktivis Himpunan Mahasiswa Islam cabang Ambon melakukan aksi demonstrasi di Jalan Sultan Hasanuddin, Ambon, dibubarkan paksa oleh aparat. Tuntutan mereka berisi tentang kasus korupsi yang marak di Maluku serta profesionalisme TNI dan Polri.Mereka berdemo sejak pukul 15.00 WIT. Tak lama, 15 menit kemudian massa yang berdemo dengan mengusung spanduk dan poster ini akhirnya dibubarkan. Pembubaran ini tidak menimbulkan bentrok antara aparat dan mahasiswa.Pembubaran ini mengingat pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau Lease sudah memberi peringatan untuk tidak melakukan aksi demo ketika kunjungan SBY ke Ambon.
(wiq/)











































