Round-Up

Gelombang Penolakan Wacana Presiden 3 Periode

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 06:04 WIB
Bulan Juni bisa jadi merupakan bulan spesial bagi rakyat Indonesia.  Pasalnya bulan ini merupakan bulan kelahiran empat dari tujuh Presiden yang pernah memimpin Indonesia.
Jokowi (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Muncul wacana relawan yang mendukung Jokowi-Prabowo Subianto atau JokPro 2024, bahkan kelompok tersebut membentuk sekretariat. Sejumlah pihak pun menentang wacana presiden 3 periode, bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan menolak wacana 3 periode itu.

Awalnya relawan JokPro 2024 sebelumnya direncanakan akan membentuk sekretariat pada Sabtu (19/6) bertempat di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. M Qodari, pelantang gagasan Jokowi tiga periode, mengatakan organisasi itu merupakan wadah dari beberapa pihak yang menyambut baik gagasan tersebut. Diketahui, gagasan itu juga sempat dilontarkan Qodari pada Februari-Maret lalu.

"Organisasi ini merupakan wadah dari berbagai pihak yang menyambut ide dan gagasan yang saya lontarkan di beberapa media, pada Februari-Maret 2021," kata Qodari, kepada wartawan, Jumat (18/6).

Namun sejumlah pihak mengkritisi munculnya wacana presiden 3 periode, dari mulai elite partai, relawan Jokowi hingga ditolak Presiden Jokowi sendiri. Berikut ini beberapa pihak yang menolak wacana presiden 3 periode.

PKS Minta Jokowi Lebih Tegas Menentang Ide 3 Periode

Sejumlah relawan membentuk sekretariat Joko Widodo-Prabowo Subianto (Jokpro) untuk Pilpres 2024. PKS menilai wacana jabatan tiga periode presiden mengkhianati reformasi.

"Ide tiga periode membunuh demokrasi. Ide demokrasi mengkhianati nilai reformasi," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Mengusung Jokowi menjabat presiden tiga periode secara langsung diwacanakan JokPro 2024. PKS menilai wacana ini berbahaya dan perlu ditentang.

"Sirkulasi kepemimpinan wajib bagi Indonesia yang maju dan sehat. Ide tiga periode berbahaya dan wajib dilawan," ujar Mardani.

Mardani mengatakan PKS tetap mendukung jabatan presiden dibatasi dua kali. Jokowi, kata Mardani, perlu lebih tegas menentang wacana jabatan presiden tiga periode.

"Sikap partai setahu saya dua periode adalah kebijakan paling sesuai. Tiga periode bencana dan membunuh demokrasi," ucap Mardani.

"Makanya Pak Jokowi perlu lebih tegas menentang ide tiga periode," imbuhnya.

Simak video 'Kisruh Wacana Jabatan Presiden 3 Periode':

[Gambas:Video 20detik]