KONI NTB: HK Endurance Challenge Berdampak Langsung ke Masyarakat

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 20:00 WIB
Hutama Karya Endurance Challenge
Foto: Hutama Karya
Denpasar -

PT Hutama Karya (Persero) menggelar Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 8 Agustus mendatang. Sebagai pre-event tersebut digelar gowes sepeda kurang lebih sejauh 127 kilometer di Bali.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Andy Hadianto menilai, HK Endurance Challenge berdampak langsung kepada masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

"Kalau dilihat dari event ini, berapa besar dana yang langsung bisa dinikmati oleh masyarakat. Langsung ya, enggak lewat pajak dulu, enggak! Langsung, cash," kata Andy usai mengikuti pre-event tersebut di Hotel Merusaka, Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (19/6/2021).

Menurutnya, event yang digagas Hutama Karya ini bukan sekadar olahraga biasa. Tetapi memiliki muatan sport tourism sehingga memiliki efek pengganda yang luar biasa.

"Dengan adanya event seperti ini bayangin saja, restoran jadi hidup. Yang datang dari bandara mesti sewa rent car. (Pengusaha) rent car jadi hidup. Entar ini pulang yang dari luar daerah, Jakarta, Lombok dari mana-mana, pasti mampir ke toko oleh-oleh, beli souvenir," terangnya.

Oleh karena itu, Andy mengapresiasi inisiatif Hutama Karya yang menyelenggarakan event di tengah pandemi COVID-19. Terlebih tidak banyak yang berani membuat kegiatan saat ini. Ia menilai Hutama Karya telah mampu menepis berbagai keraguan di tengah masyarakat.

Selain itu, event HK Endurance Challenge juga dinilai memberikan media value yang luar biasa. Sebab, para peserta yang berkontribusi dalam event tersebut bakal menyebarluaskannya ke negaranya masing-masing.

"Media value-nya itu endak terhitung deh. Satu event itu bisa miliaran itu. Kalau kita hitung harus ke sana, ke sana, kalau tadi kita hitung (pesertanya) dari 20 negara. Kalau kita promosi ke sana berapa dunit itu yang dihabiskan," tuturnya.

Andy menuturkan, kondisi Bali dan NTB di tengah pandemi COVID-19 hampir sama. Sektor pariwisata menjadi yang paling terdampak akibat pandemi ini.

Karena itu, diperlukan berbagai ide atau terobosan sehingga pariwisata bisa menggeliat kembali. Salah satu upayanya bisa melalui sport tourism.

"Saya berani mengatakan bahwa Bali (dan) Lombok itu sebenarnya kalau di Indonesia mestinya itu yang dikembangkan. Sport tourism Bali dan Lombok saya pikir oke. Fasilitasnya memadai, hotel juga banyak, view juga cakep, jalannya juga mulus. Mestinya pemerintah berani fokus pada sport tourism," kata dia.

"Bukan hanya sepeda, banyak hal kok. Kan kita belum pernah nyelenggarakan catur di pinggir pantai. Ini itu bisa dijual. Banyak ide-ide yang bisa dikemas dalam bingkai sport tourism. Kan harus fokus," imbuhnya.

Di sisi lain, Andy mengatakan bahwa kondisi keolahragaan di NTB terus berjalan meski di tengah pandemi COVID-19. Termasuk persiapan dalam mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua.

"Dengan protokol kesehatan kita jalan terus. Persiapan PON di Papua kita juga jalan terus. Karena sebanarnya asal dikemas dengan protokol kesehatan yang baik saya pikir endak ada masalah sebanarnya. Harus punya keberanian, kalau enggak (maka) enggak bergerak ekonomi ini," jelasnya.

Lihat juga video 'Indonesia Diharapkan Masuk Peringkat 20 Besar di Olimpiade 2032':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)