Ditakuti-takuti, Warga Kapa Minta 2 Brimob Diusut
Sabtu, 18 Mar 2006 11:37 WIB
Padang - Wajar saja ulah Brimob menakuti-nakuti warga menuai protes. Brimob ini melepaskan tembakan tak hanya dalam sehari, tapi tiga hari berturut..dor! dor! dor! Ulah dua oknum Brimob yang menakut-nakuti masyarakat nagari Kapa, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) dengan melepaskan tembakan ke tanah dikecam keras warga setempat. Apalagi upaya warga mengadukan dua oknum brimob tersebut tidak diterima Propam Polda Sumbar."Padahal kami sudah menunjukkan beberapa bukti, seperti foto salah satu oknum Brimob, foto bekas pembakaran pondok dan tanaman, serta dua selongsong peluru jenis timah tajam dengan nomor PIN 5.56.00 yang ditembakan ke tanah," ujar Zulkifli, salah seorang perwakilan masyarakat nagari Kapa, ketika ditemuidetikcom di kantor LBH Padang, Jalan Pekan Baru, Sabtu (18/3/2006).Dikatakan Zulkifli, ulah oknum brimob yang melepaskan tembakan di hadapan warga pada 8, 11 dan 14 Maret 2006 itu telah menyebabkan trauma bagi sebagian besar warga Kapa. Apalagi, pada 14 Maret 2006 terjadi pembakaran pondok dan perusakan tanaman milik masyarakat."Kemarin kami sudah mendatangai Provost dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar untuk mengadukan mereka. Tapi pengaduan itu tidak diterima dan kami disuruh untuk mengadukan mereka ke Polres Pasaman Barat. Padahal, sebelumnya itu sudah kami lakukan dan disuruh untuk mengadukannya langsung ke Polda Sumbar," keluhnya.Ricuh di nagari Kapa berawal dari upaya Kelompok Tani Sidodadi untuk melakukan penanaman kelapa sawit di atas lahan yang diakui warga Kapa sebagai tanah ulayatmereka. Buntut dari perseteruan tersebut, sekitar 180 KK diusir paksa, puluhan pondok dibakar dan tanaman dirusak.
(wiq/)











































