Wisma Atlet Butuh Nakes, Komisi IX DPR Desak Kemenkes Perbaiki Distribusi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 05:33 WIB
Melki Laka Lena
Foto: Melki Laka Lena. (Nur Indah/detikcom).
Jakarta -

Jumlah kasus COVID-19 di DKI Jakarta yang melonjak membuat RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan banyak tenaga kesehatan (nakes). Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbaiki distribusi dokter ke Wisma Atlet.

"Terkait dengan situasi lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air, termasuk di DKI Jakarta yang bisa kita lihat di Wisma Atlet, 1 dokter misalnya menangani 4 lantai sekaligus tentu di sini lah butuh kesetiakawanan, solidaritas, dan gotong royong dari segenap tenaga kesehatan di seluruh Tanah Air untuk bisa bahu membahu bekerja sama agar di dalam kondisi yang genting dan sulit ini kita bisa bersama-sama menghadapi virus COVID-19 ini dengan baik," kata Wakil Ketua Komisi IX, Melkiades Laka Lena kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Regulator yang menjadi pihak bagaimana distribusi, peran, dan juga energi sektor kesehatan adalah Kemenkes. Melki mengatakan Kemenkes diharapkan dapat mendistribusikan dengan baik tenaga kesehatan ke Wisma Atlet.

"Ini tentu Kementerian Kesehatan, khususnya melalui PPSDM yang menangani sumber daya manusia tenaga kesehatan di Kemenkes, bisa mengatur agar keseluruhan tenaga yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19 di Tanah Air itu bisa terdistribusi dengan baik untuk bisa saling bahu membahu menopang semua fasilitas kesehatan kita dengan baik termasuk juga isolasi terpusat seperti yang kita lihat di Wisma Atlet," ujarnya.

Penangan COVID-19 menurut Melki merupakan perjuangan semesta yang harus melibatkan semua kekuatan yang ada, termasuk Satgas Penanganan COVID-19, dan KPC PEN. Diharapkan dokter hingga perawat yang masih menempuh pendidikan dipersiapkan lebih awal untuk menangani pandemi.

"Juga tentu teman-teman yang sedang bersekolah di sekolah-sekolah kesehatan, di sekolah kedokteran, sekolah kebidanan, keperawatan, analis, farmasi dan sebagainya mulai bisa dipersiapkan lebih awal. Sehingga dalam situasi genting ini semua pada posisi yang siap sedia dan bersedia untuk bergerak dan ditempatkan dan membantu penanganan COVID-19," imbuhnya.

Banyaknya kasus COVID-19 di DKI Jakarta sebelumnya membuat RS Darurat Wisma Atlet membutuhkan banyak tenaga kesehatan. Sebab, saat ini jumlah tenaga kesehatan tidak sesuai dengan jumlah pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet.

Simak video 'Keterisian Wisma Isolasi di Jakarta Makin Tipis, Sentuh Angka 80%':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: