Sinergi BPIP-Pemkot Palu Diharapkan Perkuat Pancasila di Kota Palu

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 23:00 WIB
BPIP
Foto: Dok. BPIP
Jakarta -

Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Muhammad Iqbal mengapresiasi acara Dialog Kebangsaan 'Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila' yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal ini mengingat BPIP kerap memberikan pembinaan tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila di Kota Palu

"Apresiasi sebesar-besarnya kepada BPIP yang menjadi keynote speaker dan narasumber acara dialog kebangsaan. Dan Kota Palu paling sering dikunjungi BPIP untuk memberikan pembinaan dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

Iqbal mengatakan tahun ini BPIP bersama Pemerintah Kota Palu juga berencana menggelar launching akseptasi aktualisasi Pancasila skala nasional. Adapun kerja sama ini tertuang dalam perjanjian yang akan ditandatangani oleh Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP dan Badan Kesbangpol Kota Palu.

Iqbal berharap sinergitas ini dapat berjalan lancar. Pasalnya, Pancasila merupakan hal penting yang perlu dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Iqbal, mempertahankan Pancasila sama halnya dengan menjaga NKRI. Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan BPIP agar nilai-nilai dan edukasi Pancasila tetap terjaga.

"Semoga kerja sama yang dibangun berjalan dengan baik dan lancar dan diridhoi Tuhan Yang Maha Esa," kata Iqbal.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan sebelumnya dirinya telah menerima langsung tawaran kerja sama BPIP tentang Pembinaan Ideologi Pancasila di Kota Palu.

"Saya tidak tanggung-tanggung menerima tawaran itu," katanya.

Hadianto berharap kerja sama ini dapat meningkatkan implementasi Pancasila di Kota Palu. Hal ini mengingat sejumlah daerah Sulawesi Tengah cukup identik dengan kekerasan dan perpecahan.

"Saya berharap bahwa kerja sama dengan BPIP ini dengan menguatkan Pancasila ini, bisa menjadikan Palu menjadi kota pintu perdamaian di Sulteng agar Sulteng benar-benar damai," ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu, Abidin mengatakan masyarakat Palu menyambut positif dengan adanya MoU antara Pemkot Palu dan BPIP. Terlebih, selama ini pihaknya kesulitan memenuhi permintaan masyarakat terkait upaya menanamkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Kami kesulitan fasilitas untuk informasi terkait konsensus bernegara tersebut," katanya.

"Oleh karena itu, saya harap BPIP mengakomodir aspirasi masyarakat itu untuk mendapatkan pembinaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," imbuhnya.

Merespons hal ini, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso menyampaikan tentang pentingnya Pancasila dalam melindungi masyarakat.

"Pancasila itu melindungi, semua masyarakat. Tidak hanya di Palu, tapi juga di luar negeri. Itu lah yang harus dilindungi bersama," katanya.

Ia pun mencontohkan saat terjadinya bencana alam gempa dan tsunami di Kota Palu pada tahun 2018. Saat itu, kata Prakso, masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua.

"Ketika ada bencana di Palu, kita empati kepada tetangga, kawan, yang terkena musibah di Palu," ungkapnya.

Lebih lanjut Prakoso mengatakan masyarakat Indonesia, tidak hanya di Palu juga mengimplementasikan sila ketiga Pancasila. Adapun hal ini dibuktikan dalam bentuk gotong royong membantu korban bencana alam.

Contoh lainnya, lanjut Prakoso, hak warga negara Indonesia untuk mendapatkan pemimpin yang baik, dilindungi Pancasila dalam sila keempat.

"Untuk itu Pancasila sebagai dasar negara harus ada di setiap jati diri anak bangsa Indonesia, agar kesepakatan bersama, cita-cita dari bangsa dan negara ini diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat," jelas Prakoso.

Oleh karena itu, Prakoso mengimbau agar masyarakat, khususnya orang tua, dapat melindungi anak-anaknya dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Terlebih, saat ini anak-anak sangat akrab dengan teknologi informasi sehingga mudah mendapatkan informasi dari media sosial.

Jika tak diawasi, lanjut Prakoso, anak-anak dapat memperoleh pendidikan dan informasi yang bertolak dengan Pancasila.

"Maka bapak ibu juga harus kembali ke Pancasila. Bapak ibu juga jangan mengakses dan memviralkan nilai-nilai yang berbeda dengan Pancasila," pungkas Prakoso.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut hadir sebagai narasumber, Direktur Pengkajian Materi BPIP, Muhammad Sabri. Hadir pula Kader FPK Kota Palu, FKUB Kota Palu, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Palu dan para ASN/PNS dari Pemkot Palu.

Di acara tersebut dilaksanakan juga pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dan disaksikan oleh jajaran pejabat BPIP.

(akn/ega)