detikcom Do Your Magic

Harapan Pedagang: Cepatlah Bereskan Preman Ceger Tangsel yang Meresahkan

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 20:08 WIB
Jl Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Foto ilustrasi: Jl Ceger Raya, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)

Seorang pedagang makanan, sebut saja Y, memilih menghindari keributan. Dia tidak ingin berlama-lama berurusan dengan preman, maka lebih baik dia memberi uang yang diminta, sekitar Rp 20 ribu.

"Saya nggak mau lah ribut-ribut. Yang penting dia nggak resek ya saya kasih," kata Y.

Ketua RW 01, Arman (40), tidak merasa lingkungannya terganggu oleh preman. Soal oknum ormas yang sering minta iuran, dia tidak tahu menahu.

"Kalau ormas itu saya nggak ngertinya gini, ormas itu kan dia bukan orang sini. Di aorang mana-mana dan bukan warga saya. Kan begitu," kata Arman.

Sebelumnya, Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin merasakan ada ketidakterbukaan dari pedagang di lokasi bila mereka ditanyai soal aksi premanisme. Polisi juga belum mendapatkan laporan secara langsung ke kantor polisi perihal 'preman Ceger' itu.

"Pengusaha kita kesulitannya mereka nggak mau terbuka.. tapi kami memiliki teknik tersendiri (untuk menyelidiki)," kata Iman Imanuddin kepada detikcom.

Namun demikian, polisi tetap beraksi. Polisi telah menerima informasi yang sudah viral mengenai preman Ceger. Tim penindak premanisme akan bergerak.

Surat yang viral di media sosial adalah surat tertanggal 14 Juni 2021, atas nama warga Jl Ceger Raya, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel.

Surat warga Pondok Aren, Tangsel ke Kapolsek yang viral di medsos.Surat warga Pondok Aren, Tangsel ke Kapolsek yang viral di medsos. Foto: Surat warga Pondok Aren, Tangsel ke Kapolsek yang viral di medsos (istimewa)

Disebut dalam surat, preman beraksi di sekitar Jl Ceger Raya, dari pertigaan Mitra 10 sampai Harmony Swalayan. Preman disebut sering minta uang ke pedagang kaki lima, apabila tidak dikasih maka preman akan merusak dan mengintimidasi. Preman juga dilaporkan mengambil barang dagangan tanpa membayar.

"Kami mohon supaya Bapak Kapolsek Pondok Aren jangan membiarkan keadaan ini berlarut-larut, karena warga selalu resah dengan adanya preman-preman itu yang bertindak sewenang-wenang," kata warga dalam surat itu.


(dnu/dnu)