5 Cara Tentukan Masa Subur Jika Siklus Haid Nggak Teratur

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 18:09 WIB
Ovutest
Foto: Dok. Ovutest
Jakarta -

Siklus haid atau menstruasi merupakan hal penting bagi wanita, terlebih jika sedang merencanakan kehamilan. Namun, beberapa wanita kerap memiliki siklus haid tak teratur sehingga berdampak terhadap masa subur atau ovulasi. Padahal, masa ini berperan penting untuk memaksimalkan peluang kehamilan.

Menentukan masa subur sebenarnya tidak sulit jika memiliki siklus haid teratur. Pasalnya, ovulasi atau proses lepasnya sel telur biasanya berlangsung 14 hari sebelum haid bulan berikutnya. Namun, wanita dengan haid tak teratur umumnya akan kesulitan memastikan tanggal haid selanjutnya.

Bagi Anda yang memiliki siklus haid tak teratur, jangan dulu khawatir. Melansir berbagai sumber, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan masa subur saat haid tak teratur.

1. Hitung Masa Menstruasi

Siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari, tapi siklus normal berkisar antara 21-35 hari. Menghitung masa subur bisa dilakukan secara manual dengan mencatat siklus haid selama 6 bulan. Adapun satu siklus haid dihitung sejak hari pertama haid hingga hari pertama haid di bulan berikutnya.

Dari 6 siklus tersebut, ambil jumlah siklus dengan hari terpendek dan siklus terpanjang. Lalu, kurangi siklus terpendek dengan 18 dan siklus terpanjang dengan 11.

Misalnya, siklus terpendek 26 hari dikurangi 18, hasilnya 8. Dan siklus terpanjang 31 hari dikurangi 11, hasilnya adalah 20. Jadi, masa subur Anda terjadi di hari ke 8 hingga hari ke 20 dari hari pertama haid.

2. Ukur Suhu Basal

Masa subur juga bisa diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu ini merupakan tanda bahwa ovulasi telah terjadi. Untuk mengetahui suhu ini, Anda perlu mengukur suhu basal secara rutin setiap pagi pada waktu yang sama.

Biasanya, suhu tubuh wanita akan sedikit meningkat sekitar 0.5­-1 derajat sejak 24 hingga 48 jam saat ovulasi. Agar lebih mudah mengukurnya, gunakanlah termometer khusus suhu basal tubuh yang lebih sensitif daripada termometer biasa.

3.Cek Perubahan Lendir Serviks

Lendir serviks merupakan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar yang ada di dalam dan di sekitar serviks (leher rahim). Lendir ini dapat berubah seiring jumlah hormon sepanjang siklus haid dan dapat menjadi penanda masa subur.

Mendekati ovulasi, biasanya tubuh akan menghasilkan lendir serviks yang tipis dan bening dalam jumlah yang lebih besar. Pada hari-hari paling subur atau tepat sebelum ovulasi, lendir akan berbentuk seperti putih telur mentah yakni tampak jernih, melar, dan licin. Namun, setelah ovulasi dan saat masa subur Anda lewat, lendir biasanya menjadi lebih kental, lalu berangsur-angsur mengering.

4.Pakai Aplikasi Masa Subur

Saat ini, ada aplikasi kalender masa subur, aplikasi Femometer yang dapat memprediksi masa subur secara otomatis. Caranya pun cukup mudah, Anda hanya perlu memasukkan setidaknya 3 periode menstruasi terakhir, tanggal hari pertama dan terakhir haid setiap siklusnya. Nantinya, aplikasi tersebut akan menghitung secara otomatis dan memperkirakan masa ovulasi hingga periode menstruasi Anda di bulan berikutnya.

Ovutest Foto: Dok. Ovutest

5.Gunakan Alat Deteksi Ovulasi

Metode ini sering kali disebut lebih akurat daripada metode lainnya karena dapat mengukur tingkat luteinizing hormone(LH) dalam urin. Dengan menguji urin Anda menggunakan alat ini, Anda dapat mengetahui kapan kadar LH meningkat. Sebagaimana diketahui, meningkatnya kadar LH merupakan tanda salah satu indung telur akan melepaskan selnya.

Alat uji masa subur atau ovulasi memang jadi salah satu solusi mudah untuk menentukan masa subur. Terlebih jika Anda sedang dalam program hamil. Ovutest merupakan alat uji masa subur wanita yang dirancang khusus untuk memberikan kemudahan bagi para wanita untuk mengetahui masa subur.

Ovutest Foto: Dok. Ovutest

Ovutest memiliki 5 varian untuk menemukan masa subur dan ovulasi dengan cara pakai yang berbeda, yakni Ovutest Strip, Ovutest 7 Days Plan, Ovutest Digital, Ovutest Scope dan Ovutest Vinca.Ovutest Strip, Ovutest 7 Days Plan dan Ovutest Digital bekerja dengan mendeteksi Luteinizing Hormone(LH) melalui urin. Ovutest Scope dapat mendeteksi adanya peningkatan hormon estrogen lewat air liur. Sedangkan, Ovutest Vinca mendeteksi lonjakan suhu basal tubuh yang dipengaruhi oleh hormon progesteron.

Hadirnya 5 varian ini tentu akan membantu wanita untuk memilih produk sesuai kebutuhan dan kenyamanan, dengan begitu promil akan terasa lebih menyenangkan. Dari kelima varian tersebut, ada 2 varian yakni Ovutest Scope dan Ovutest Vinca bersifat reusable, dapat digunakan berulang kali sehingga lebih ekonomis.

Informasi selengkapnya kunjungi www.ovutest.co.id atau Instagram @ovutest_id.

(ads/ads)