Exxon Minta Warga Bojonegoro Bersabar

Exxon Minta Warga Bojonegoro Bersabar

- detikNews
Sabtu, 18 Mar 2006 10:36 WIB
Surabaya - Pascapenandatanganan joint operating agreement (JOA) pengelolaan sumur minyak dan gas Blok Cepu di Bojonegoro, ExxonMobil Oil Indonesia Cepu menyusun isi struktur organisasi bersama dengan PT Pertamina EP Cepu dan penetapan planning operation development (POD).Jadi warga Bojonegoro yang segera ingin menikmati nikmatnya 'minyak' masih harus bersabar. Karena jalan menuju sebagai kota minyak masih cukup panjang."Setelah struktur organisasi bersama itu usai, kami akan membicarakan dan mengkaji POD bersama-sama. Setelah disetujui kedua belah pihak, akan membawa POD tersebut ke BP Migas untuk di-review," jelas Communication Manager ExxonMobil Oil Indonesia Deva Rachman kepada detikcom, Sabtu (18/3/2006).Apabila POD tersebut setujui, maka baru Exxon dan Pertamina akan membentuk tim proyek pengembangan lapangan minyak Banyuurip."Jadi memang harus melalui tahapan-tahapan baik bersifat internal maupun eksternal. Jangan dibayangkan usai JOA ditandatangani, langsung ada alat-alat masuk lokasi lapangan minyak. Tidak begitu," katanya.Karena menurut Deva, sampai saat ini susunan struktur organisasi bersama pengelolaan blok Cepu belum tuntas. Kedua belah pihak belum menentukan masing-masing wakilnya."Kita dan Pertamina juga belum mengisi orang dalam susunan itu. JOA kemarin itu ibaratnya semacam ijab kabul saja. Untuk menentukan lain-lainnya itu harus berdua sebagai pasangan pengantin. Nah, sementara untuk menentukan konsep pengembangan belum menunggu terbentuknya struktur dahulu," imbuh Deva.Dalam POD tersebut, isinya menyangkut pembangunan infrastruktur pengembangan lapangan Banyuurip. Misalnya, pembuatan jalur pipa atau central processing facility hingga tahap pengapalan."Termasuk juga dibahas apakah perlu kilang di darat atau langsung pengapalan atau bagaimana. Itu tergantung pembicaraan lagi dengan Pertamina. Kita tidak bisa jalan sendiri," jelasnya.Karena mekanismenya harus dilalui sesuai prosedur, maka Deva berharap masyarakat Bojonegoro bisa bersabar menunggu segala proses yang sedang berjalan. "Kita ingin semuanya berjalan dengan baik dan tidak merugikan warga setempat, khususnya," ujar Deva.Perlu diketahui, usai JOA ditandatangani, masyarakat sekitar sumur minyak Banyuurip di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu Bojonegoro sangat berharap proyek ekploitasi blok Cepu seger langsung berjalan.Mereka memimpikan untuk bisa bekerja sebagai tenaga di proyek dan mampu mengubah strata perekonomiannya selama ini. Dan ada pula yang ingin lahannya segera terjual untuk kepentingan proyek yang investasinya mencapai Rp 27 triliun itu. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads