Antara Teh Botol Puan dan Elektabilitas di Survei LSI Denny JA

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 11:30 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat di Semarang, Sabtu (22/5/2021). 
Foto diberi teman.
Puan Maharani (Foto: dok. Istimewa).
Jakarta -

Puan Maharani adalah salah satu elite PDI Perjuangan yang digadang-gadang maju Pilpres 2024. Di tengah ingar bingar Puan Maharani, LSI Denny JA mengeluarkan survei elektabilitas Pilpres 2024. Puan disebut-sebut menjadi dilema bagi PDI Perjuangan.

Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, menjelaskan elektabilitas Puan Maharani berdasarkan survei sebesar 2 persen. Jika ditetapkan sebagai capres PDIP, Puan berpotensi kalah dengan pasangan lain.

"Kalau kemudian PDIP dan Ibu Megawati sebagai queen maker menetapkan Mbak Puan sebagai calon presiden PDIP di 2024, maka risikonya adalah ada potensi capres PDIP akan dikalahkan oleh capres yang lain," kata Adjie saat jumpa pers virtual, Kamis (17/6/2021).

Namun, Puan memiliki tingkat pengenalan atau popularitas cukup tinggi, sebesar 61 persen. Puan memiliki potensi untuk meningkatkan elektabilitasnya.

"Mbak Puan masih punya potensi untuk menaikkan elektabilitasnya, karena popularitasnya masih di angka 61 persen," ujarnya.

Potensi Puan Maharani kalah ini dapat menghilangkan kesempatan PDIP untuk memenangkan pemilu tiga kali berturut-turut. Namun, Adjie menjelaskan, pengecualian jika H-1 tahun Pilpres 2024 elektabilitas Puan menanjak, peluang menang terbuka lebar.

"Namun kami memberikan disclaimer bahwa hal ini bisa berubah kalau H-1 tahun atau menjelang kita bisa hitung kurang lebih bulan-bulan Januari atau Februari 2023, kalau kemudian elektabilitas Puan Maharani di atas 25 persen, kondisinya bisa berubah. Artinya, Mbak Puan punya peluang untuk menjadi capres yang kuat yang diusung PDIP," imbuhnya.

Dalam analisisnya, Adjie menyebut Puan Maharani bisa saja dimajukan menjadi calon wakil presiden, namun PDIP berisiko membesarkan partai lain yang mengusung capresnya Puan Maharani.

Salah satu elite PDIP pernah berujar slogan 'Teh Botol Puan'. Artinya, siapa pun capresnya, Puan adalah cawapresnya.

Isu ini bermula dari rekaman pembicaraan Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto, yang tersebar. Bambang Wuryanto, yang akrab disapa Bambang Pacul, pun mengakui rekaman tersebar berisi 'siapa pun capresnya, Puan Maharani wakilnya' adalah suaranya yang direkam secara ilegal oleh seseorang.

Teh Botol Puan

Bambang menjelaskan alasan secara spontan dia membuat perumpamaan Puan Maharani saat ini layaknya tagline iklan sebuah teh botol. Bambang Pacul, demikian politikus senior PDIP tersebut akrab disapa, menjelaskan bahwa rekaman yang beredar berdurasi 3 menit 46 detik tersebut adalah suaranya dalam obrolan santai dengan sejumlah wartawan di Semarang, 22 Mei 2021, malam. Dia menyayangkan ada yang merekam dan menyebarkan padahal telah disepakati off the record.

"Seperti halnya pada umumnya bincang-bincang informal dengan sesama teman maka tentu banyak spontanitas, yang karenanya sangat tidak layak untuk dikonsumsi publik. Jadi saat disebar-luaskan maka bisa menjadi penuh bias dan distorsi pemahaman," ujar Bambang Pacul kepada detikcom, Selasa (8/6/2021) malam.

Akankah PDIP tetap kukuh 'Teh Botol Puan' atau tetap memajukan Puan Maharani sebagai capres 2024 dengan risiko yang disebutkan peneliti LSI Denny JA?

Lihat juga video 'Pengakuan Puan Dapat Kemudahan Nyaleg Karena Anak Megawati':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/imk)