21 WNI ABK MT Ocean Star 4 Bulan Terkatung-katung di Laut Timor Leste

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 08:45 WIB
MT Ocean Star (Humas Bakamla)
MT Ocean Star (Humas Bakamla)
Jakarta -

Bakamla RI tengah menyiapkan proses evakuasi terhadap para ABK di kapal motor tanker Ocean Star di laut Timor Leste. Ada 21 orang ABK yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) di kapal itu.

"Bakamla terus berkoordinasi dengan Bagian Asia Selatan dan Tenggara (Aselteng) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan pihak Kemenlu akan memberikan informasi kepada Bakamla jika ada perkembangan lebih lanjut guna menggerakkan unsur Bakamla," ujar Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Suwito kepada wartawan, Jumat (18/6/2021).

Dia mengatakan dua kapal yang siap dikerahkan untuk melakukan evakuasi adalah KN Ular Laut-405, yang saat ini berada di Tual, dan KN Kuda Laut-403, yang berada di Ambon. Dia menyebut ke-21 ABK WNI itu sudah empat bulan terkatung-katung di atas MT Ocean Star, yang berada di perairan Timor Leste.

"Kurang-lebih ada 21 orang ABK yang seluruhnya berwarga negara Indonesia (WNI), terombang-ambing selama hampir 4 bulan lamanya di atas kapal MT Ocean Star. Saat ini kapal diketahui berada di perairan Timor Leste," ucapnya.

Peristiwa ini viral setelah ada ABK yang mengunggah video permintaan tolong lewat media sosial. Kondisi kapal dan ABK disebut sangat memprihatinkan.

Berdasarkan keterangan ABK dalam video itu, kapal telah tiba di Dili pada 3 April 2021 untuk kegiatan operasional minyak dan gas di Timor Leste. Kapal yang disewa dua perusahaan itu kemudian mengalami mati mesin dan mati listrik.

"Hanya genset penerangan yang dapat dinyalakan karena status bahan bakar minyak sudah nol persen. Hal ini berdampak pada pompa yang tidak dapat berfungsi untuk menanggulangi kebocoran yang terjadi di salah satu ruangan," jelasnya.

Permintaan bantuan itu diunggah ke media sosial karena kondisi kapal hampir tenggelam. Dua perusahaan terkait penugasan kapal itu disebut tidak memberi respons.

"Mengetahui informasi tersebut, Bakamla RI melaksanakan pelacakan posisi kapal dan kondisi sekitar kejadian melalui Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla RI. Direktorat Operasi Laut juga melaksanakan koordinasi dengan Kemenlu dan Athan Timor Leste dan berhasil memastikan keberadaan dan kondisi kapal dan ABK-nya tersebut," ucapnya.

Bakamla, kata Suwito, terus memantau proses penanganan yang dibutuhkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan pihak-pihak terkait. Dia berharap proses evakuasi dapat dilakukan secepatnya.

Adapun pihak yang terlibat dalam penyelamatan MT Ocean Star di antaranya KBRI Dili Timor Leste, KSOP Kupang, Ditpolairud Polda NTT, Polairud Atapupu Kabupaten Belu, Pos AL Atapupu Kabupaten Belu, dan SROP Kupang.

Lihat juga video 'Sudah Dua Hari, Tim SAR Cari ABK KM Singa Laut yang Terjatuh di Kalbar':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/fjp)