Apa Strategi Pemerintah agar Target 1 Juta Vaksinasi Per Hari Tercapai?

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 08:29 WIB
Warga antri untuk mendapatkan vaksin Sinovac yang disediakan oleh mobil keliling di depan pasar barang antik Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/6). Vaksin warga khusus untuk umur 50 tahun keatas dengan membawa KTP yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Solo. Dalam pelayanan vaksin tersebut dibatasi hingga 100 pemohon setiap harinya dengan lokasi yang berpindah-pindah hingga 30 Juni mendatang.
llustrasi vaksinasi Corona (Agung Mardika/detikcom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo terkait target 1 juta vaksinasi per hari. Bagaimana strategi pemerintah agar target 1 juta orang divaksinasi per hari bisa tercapai?

Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman memberikan saran-saran yang bisa dilakukan pemerintah agar dapat mencapai target. Menurut Dicky, vaksinasi menjadi efektif bila kondisi pandemi relatif tidak terlalu serius.

"Vaksinasi itu akan sangat penting dilakukan ketika kondisinya relatif tidak terlalu serius atau kritis. Ini yang harus dikejar. Sebetulnya ini pesan bagi dari daerah lain di luar Jawa yang belum terlalu serius (kondisi Corona)," ujar Dicky kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).

"Progres vaksin ada, tapi belum yang seperti kita harapkan karena program vaksinasi ini tidak semudah orang datang lalu disuntik. Itu kan tidak begitu," tutur Dicky.

Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky BuDicky Budiman (Foto: dok. pribadi)

Vaccine hesitancy menjadi sorotan Dicky. Vaccine hesitancy adalah kondisi ketika orang tidak mau atau belum mau divaksinasi akibat pengaruh teori konspirasi, ragu-ragu, atau masih menunggu masukan dokternya.

"Keberhasilan vaksinasi dimulai dari strategi komunikasinya sebelum, selama, dan setelah vaksinasi. Ini yang harus digencarkan dan masih banyak PR-nya karena yang menyangkut misalnya info hoax (soal vaksinasi) belum banyak yang di-counter dengan baik," lanjutnya.

"Stoknya (vaksin), pastikan stoknya ada. Harus jelas (vaksinasi) dapat kapan, di mana, itu harus jelas," sambung Dicky.

Warga antri untuk mendapatkan vaksin Sinovac yang disediakan oleh mobil keliling di depan pasar barang antik Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/6). Vaksin warga khusus untuk umur 50 tahun keatas dengan membawa KTP yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Solo. Dalam pelayanan vaksin tersebut dibatasi hingga 100 pemohon setiap harinya dengan lokasi yang berpindah-pindah hingga 30 Juni mendatang.Warga antre untuk mendapatkan vaksin Sinovac yang disediakan oleh mobil keliling di depan pasar barang antik Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/6). Vaksin warga khusus untuk umur 50 tahun ke atas dengan membawa KTP yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Solo. Dalam pelayanan vaksin tersebut dibatasi hingga 100 pemohon setiap harinya dengan lokasi yang berpindah-pindah hingga 30 Juni mendatang. (Agung Mardika/detikcom)

Meski begitu, Dicky berpendapat, 1 juta vaksinasi per hari bukanlah hal yang mustahil bila pemerintah melakukan langkah-langkah di atas.

"Mungkin iya, bukan hal yang mustahil," tutupnya.

Pesan Jokowi

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung vaksinasi di Bandung, Kamis (17/6). Budi menyampaikan pesan Jokowi terkait vaksinasi 1 juta per hari.

"Presiden pesan ingin lihat 1 juta vaksinasi per hari di bulan Juli," ujar Budi setelah meninjau vaksinasi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Kamis (17/6/2021).

Budi menuturkan TNI-Polri dilibatkan untuk melancarkan pencapaian target tersebut. Masyarakat di pelosok pun diharapkan bisa mendapatkan vaksinasi.

"Beliau (Presiden Jokowi) pesan, TNI-Polri, karena jalurnya sampai ke pelosok daerah, 'Coba, Pak Menkes dibantu biar bisa dibantu 100 ribu per hari, dan penyuntikannya kalau bisa dilakukan di lapangan terbuka yang sirkulasi udaranya bagus, seperti di stadion'," kata dia.

Simak juga video 'Sejumlah Klaim Terbaru Terawan soal Vaksin Nusantara':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/zak)