Beda Kapolda Metro dan Wagub DKI soal 'Jakarta Tak Baik Saja'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 07:03 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman meninjau kawasan Bundaran HI (dok detikcom)
Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman meninjau kawasan Bundaran HI (dok detikcom)
Jakarta -

Ada perbedaan antara Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria soal 'Jakarta tak baik-baik saja'. Hal itu terkait kondisi penyebaran COVID-19 di DKI.

"Sampaikan kepada masyarakat, Jakarta sedang tidak baik-baik saja," kata Irjen Fadil Imran kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Fadil mengatakan kondisi tak baik-baik saja itu terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit dan RSDC Wisma Atlet. Dia mengatakan jumlah orang yang masuk ke rumah sakit terus meningkat dari hari ke hari.

"Angka COVID terus naik, BOR terus naik, jumlah orang yang masuk rumah sakit masih meningkat," katanya.

Fadil meminta kepada masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Corona, salah satunya ialah memakai masker saat beraktivitas. Hal itu dilakukan agar penyebaran virus Corona bisa diputus.

"Mari jaga diri, jaga keluarga supaya taat prokes, supaya kita cepat keluar dari persoalan pandemi ini," ucapnya.

Wagub DKI Klaim Penanganan COVID Masih Terkendali

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyebut kasus Corona di Ibu Kota memang sedang tinggi. Meski demikian, kata dia, penanganan COVID di Jakarta masih terkendali.

"Ya kasusnya tinggi, tapi semua masih dalam kendali. Dalam kontrol dalam pengawasan dalam kendali," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2021).

Kenaikan kasus COVID-19 di Jakarta disebutnya dibarengi dengan jumlah testing yang tinggi. Riza mengatakan jumlah testing di Jakarta sudah 9 kali lebih tinggi dari standar WHO.

"Kasus tinggi disebabkan karena tes PCR kita tinggi ya sampai 9x lipat dari standar yang diminta oleh WHO," jelasnya.

Tonton video 'Grafik Lonjakan Kasus Corona di Jakarta Per 6-17 Juni':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2