Jalan Lintas Tengah Sumatera Normal Pekan Depan

Jalan Lintas Tengah Sumatera Normal Pekan Depan

- detikNews
Jumat, 17 Mar 2006 23:09 WIB
Palembang - Kabar gembira bagi warga di daerah Lahat, Sumatera Selatan. Pasalnya dalam pekan depan Jalan Lintas Tengah Sumatera yang sempat terputus akibat ambruknya jembatan Air Pangi di Desa Ulak Bandung, Kecamatan Kikim Barat, akan normal kembali."Pekan depan jalur akan normal kembali. Kita kini tengah membangun jembatan darurat," kata Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mahyuddin kepada pers, saat mengunjungi lokasi jembatan jenis Calender Halminton (CH) itu, Jumat (17/3/2006).Tetapi, jembatan darurat yang mengaliri sungai Air Pangi itu tidak dapat menampung semua kendaraan yang melintasi Jalan Lintas Tengah Sumatera itu. Sebab daya tampung jembatan darurat itu hanya 5 ton. "Ya, kendaraan yang berbeban berat seperti truk harus mengambil Jalan Lintas Timur," kata Mahyuddin."Jembatan darurat ini mengantisipasi jangan sampai masyarakat dirugikan atau terisolosir akibat jembatan putus," kata Mahyuddin yang hadir bersama Bupati Lahat Harunata.Sementara ambruknya jembatan Air Pangi diperkirakan akibat tidak mampu menahan beban. Menurut Kapolres Lahat AKBP Eko Hendra Heri, jembatan roboh diperkirakan lantaran tidak mampu menahan beban. Sebab saat roboh, di atas jembatan ada dua truk yang mengangkut beras dan gula yang bebannya diperkirakan lebih dari 90 ton."Kalau mereka antre atau jalan satu-satu seperti yang tertulis di plang di muka jembatan, mungkin itu tidak akan terjadi," katanya.Namun, sampai saat ini dua pengemudi truk belum dijadikan tersangka. Hanya, sopir truk dengan nopol B 9313 DS yang bernama Supangkat saat melarikan diri ke Lubuklinggau. "Kita sudah tahu, kita akan panggil baik-baik," kata Eko. Sementara sopir truk nopol BK 9556 BH yakni Supardi sudah diperiksa.Rusak dan Jembatan RawanKondisi Jalan Lintas Tengah Sumatera memang sangat memprihatinkan. Kondisi jalan banyak yang rusak, seperti berlubang dan terbis. Saat ini perbaikan tengah dilakukan, misalnya memperlebar badan jalan akibat terbis dan melakukan penambalan. Selain itu beberapa jembatan-versi Pemerintah Sumsel 6 jembatan-yang berada di Lahat-Tebingtinggi dalam kondisi kritis.Antisipasi yang dilakukan Pemerintah Sumsel selama ini-pasca robohnya jembatan Air Lingsing tahun 2005 lalu-yakni memasang plang di muka jembatan yang isinya setiap kendaraan yang lewat harus antre atau satu per satu.Juga, di muka setiap jembatan berdiri pos penjaga antara aparat polisi dan masyarakat. Tetapi, sejak dua bulan terakhir penjagaan ini tidak ada lagi. "Karena tidak dijaga lagi, banyak truk yang lolos dari timbangan di Martapura dan berlomba melewati jembatan tanpa mempertimbangkan dampak robohnya jembatan," kata warga Kikim Barat Budiman.Mengenai banyak truk yang membawa beban lebih atau lolos dari timbangan di Martapura, Wakil Gubernur Sumsel Mahyuddin berjanji akan menyelidikinya. "Kita akan cek soal informasi tersebut," katanya. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads