Eks Sekdis PUTR Sulsel Ngaku Disuruh Nurdin Abdullah Minta Uang ke Anggu

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 19:39 WIB
Selain Nurdin, ada dua pihak lain yang ditetapkan menjadi tersangka yakni, Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.
Edy Rahmat (depan) bersama Agung Sucipto (belakang) saat dihadirkan di Gedung KPK. (Ari Saputra/detikcom)
Makassar -

Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Sekdis PUTR) Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat mengaku pernah diminta Gubernur nonaktif Nurdin Abdullah meminta uang kepada terdakwa pengusaha Agung Sucipto alias Anggu. Uang itu diminta Nurdin untuk biaya Pilkada di kabupaten pada 2020.

Edy mengungkapkan 2 pekan sebelum operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 26 Februari lalu dia dipanggil Nurdin Abdullah menghadap di rumah jabatan (rujab) Gubernur Sulsel. Panggilan itu disampaikan Nurdin Abdullah melalui ajudannya.

"Itu (saat bertemu di Rujab) dia (Nurdin Abdullah) bilang, tolong sampaikan Pak Anggu siapa tahu dia bisa bantu, ini kan sudah mau Pilkada," kata Edy saat memberikan kesaksian di sidang terdakwa Anggu di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (17/6/2021).

Edy mengaku tidak tahu dana yang diminta Nurdin Abdullah kepada Anggu itu untuk Pilkada di kabupaten mana. Nurdin hanya menyebut dana itu untuk relawan pilkada.

"Itu (uang Anggu yang diminta Nurdin) untuk relawan katanya," ujarnya.

Sementara itu, Nurdin Abdullah dalam kesaksiannya di sidang terdakwa Anggu pada Kamis (10/6) lalu mengaku uang yang diberikan Anggu kepadanya sebesar 150 ribu dolar Singapura (SGD). Nurdin menegaskan uang itu bukan untuk pribadinya, melainkan untuk pemenangan pasangan calon (paslon) Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau di Pilkada Bulukumba.

Kembali ke kesaksian Edy hari ini, Edy mengaku langsung menemui Anggu di Kabupaten Bulukumba 3 hari setelah mendapat perintah Nurdin. Tak banyak yang disampaikan Anggu saat mendapat pesan Nurdin Abdullah meminta uang untuk bantuan Pilkada.

"Dia (Anggu) langsung bilang sanggup," kata Edy.

Saat itu Anggu tidak menyampaikan kepada Edy berapa dana yang akan diberikan untuk Nurdin Abdullah. Edy baru mengetahui jumlah uang yang diberikan sebesar Rp 2,5 miliar saat bertemu Anggu di Rumah Makan Nelayan, Makassar, pada hari OTT KPK atau 26 Februari 2021.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2