Daan Mengaku Dijebak, Hamid Keukeuh Tidak Terlibat

Daan Mengaku Dijebak, Hamid Keukeuh Tidak Terlibat

- detikNews
Jumat, 17 Mar 2006 20:09 WIB
Jakarta - Tersangka kasus dugaan korupsi segel surat suara Pemilu 2004 Daan Dimara mengaku dirinya dijebak dan dijadikan tumbal dalam kasus ini. Sementara mantan anggota KPU Hamid Awaluddin mengaku dirinya tidak menghadiri rapat penunjukan rekanan. "Ya saya merasa dijebak," kata Daan usai diperiksa selama 4 jam sejak pukul 14.00 WIB di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Jumat (17/3/2006).Menurut Daan, dirinya hanya menjalankan tugas sebagai ketua panitia setelah proyek pengadaan sudah berjalan. "Jadi saya tidak tahu proses pengadaan tender tersebut," kilah Daan.Tak lama berselang, mantan anggota KPU Hamid Awaluddin keluar dari ruang pemeriksaan. Namun berbeda dengan Daan, Hamid menggelar jumpa pers yang digelar di lobi KPK.Dalam jumpa pers tersebut, Hamid mengaku dirinya tidak menghadiri rapat penunjukan dan perubahan harga pengadaan segel surat suara. "Silakan dilihat dalam notulensi dan catatan rapat. Saya tidak ada," kata Hamid yang sekarang menjabat Menteri Hukum dan HAM.Mengenai pengadaan segel surat suara yang sudah berjalan sebelum ada ketua panitia, menurut Hamid hal itu dilakukan oleh para konsultan ahli independen. "Dimana Daan Dimara ketika dikonfrontir mengaku tidak tahu," tukasnya.Ketika pemeriksaan, Hamid juga dikonfrontir dengan tersangka lainnya Dirut PT Royal Standard Untung Sastrawijaya dan sekretaris panitia Bakri. Untung mengaku telah melayangkan surat keputusan KPU kepada Hamid, namun tidak mengetahui Hamid sebagai ketua panitia."Kalau di KPU itu biasa. karena banyak yang memperkenalkan diri," jelas Hamid.Hamid menegaskan bahwa panitia pengadaan segel surat suara dan amplop tidak di bawah wewenang panitia pengadaan pencetakan. Panitia pencetakan itu diketuai Hamid. "Untuk surat suara saja yang berada di bawah saya," ujarnya. (ary/)


Berita Terkait