Polda Metro Ungkap 4 Kelompok Pungli di Pelabuhan Priok, 24 Orang Ditangkap

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 13:56 WIB
Jakarta -

Polda Metro Jaya masih terus melakukan pemberantasan pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Baru-baru ini, Polda Metro Jaya mengungkap empat kelompok pelaku pungli dan menangkap 24 orang tersangka.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan kelompok-kelompok pungli tersebut berkedok sebagai perusahaan jasa pengamanan dan pengawalan. Mereka melakukan tindakan pungli terhadap perusahaan jasa ekspedisi.

"Kemarin sudah berhasil diungkap sebanyak 50 orang, pagi ini kelompok atau klaster yang bermain di luar wilayah pelabuhan. Ada empat kelompok yang bisa diungkap dengan modus operandi menarik pungli dari masyarakat dan dari pengusaha truk dengan total ada 24 orang," ujar Fadil kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).

Yang pertama adalah kelompok 'Bad Boy' yang berkedok sebagai perusahaan jasa pengamanan dan pengawalan. Kelompok tersebut dapat menarik uang hingga Rp 9 juta dari 12 perusahaan lewat tindakan pungli.

"Yaitu dari jasa pengamanan dan pengawalan kelompok Bad Boy. Kelompok ini berhasil menarik uang Rp 9,1 juta dari 12 perusahaan dari total armada 34 unit," jelas Fadil.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa buku setoran, stiker, stempel, buku tabungan, surat-surat, kwitansi, dan akta perusahaan.

"Barang bukti ponsel, buku storan, stiker, pos pantau, stempel kemudian surat surat pernyataan, kwitansi pembayaran dan buku tabungan transfer ke kelompok ini dan fotokopi akta pendirian perusahaan, pendirian jasa pengamanan. Ini diorganisir oleh pimpinan, staf, koordinator asmoro (preman), ada 4 tersangka dari kelompok Bad Boy," kata Fadil.

Kelompok Pengamanan

Yang kedua adalah kelompok 'Haluan Jaya Prakasa', dari kelompok tersebut polisi berhasil mengamankan 6 orang serta menyita uang senilai Rp 177 juta atas hasil pungli dari 41 perusahaan.

"Kedua, jasa pengamanan Jaya Prakasa, ini berhasil ditangkap 6 orang, mulai pimpinan, admin, anggota, dan koordinator lapangan serta kelompok kelompok kordinator asmoro (preman) dan bajing loncat di lapangan. Dari mereka berhasil mendapatkan barang bukti Rp 177 juta," ujar Fadil.

Simak kelompok selanjutnya di halaman selanjutnya