Status Merapi Naik, Gubernur DIY Minta Warga Waspada
Jumat, 17 Mar 2006 18:09 WIB
Yogyakarta - Status Gunung Merapi dari aktif normal menjadi waspada pada hari Rabu kemarin. Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X pun meminta warga yang tinggal di kawasan Merapi untuk meningkatkan kewaspadaannya."Meski hal itu sudah menjadi rutinitas Merapi. Karena statusnya ditingkatkan, ya otomatis warga yang berada di sekitar Gunung Merapi harus mewaspadai," kata Sultan menjawab pertanyaan wartawan di kantor Gubernur di Kepatihan, Jumat (17/3/2006).Meski masyarakat terutama yang berada di Kabupaten Sleman diminta kewaspadaannya, Sultan menyatakan belum perlu mengungsi. "Sekarang belum perlu. Tapi nanti kalau statusnya meningkat lagi, mungkin hal itu perlu," katanya.Sementara itu Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Dr A. Ratdomo Purbo mengatakan, mulai 15Maret 2006 ada peningkatan aktivitas di Merapi sejak Februari 2006. Meningkatnya aktivitas itu di antaranya ditandai dengan terjadinya gempa vulkanik dalam, deformasi di puncak Merapi dan meningkatnya kandungangas magmatik. "Meski naik, peningkatan aktivitas tersebut masih kecil, sehinga masyarakat sekitar Merapi kami minta waspada saja," katanya.Menurut Purbo, gejala peningkatan aktivitas sejak Januari ditandai adanya gempa vulkanik dangkal 30 kali, tujuh di antaranya mempunyai magnitudo di atas 2,0 Richter. Interval gempa vulkanik tercatat 1,18 hari. Selanjutnya terjadi gempa multi phase (MP) sebanyak 536 kali (17 kali/hari) dengan amplitudo rata-rata 12,6 mm. "Sedang gempa Long Fase (LF) 31 kali. Guguran normal tercatat 75 kali dan energi kumulatif gempa LF meningkat," katanya.Pada bulan Februari terjadi peningkatan seismik. Gempa vulkanik dalam terjadi 11 kali dan gempa vulkanik dangkal 54 kali. "Terjadi pula gempa vulkanik bermagnitudo di atas 2,0 Richter sampai 13 kali," katanya.Pada 15 Maret 2006 terjadi gempa Tremor 3 kali pada jam 05.15, 06.19 dan 06.22 dengan total durasi 42,5 menit. Interval gempa vulkanik menurun dari 0,42 menjadi 0,40 hari. Hal itu menunjukkan bahwa gempa vulkanik kian sering terjadi. "Gejala ini seperti kejadian menjelang letusan awal tahun 2001," kata Purbo.
(nrl/)











































