Sidang Duplik Habib Rizieq

HRS Bandingkan Kasus dengan Pinangki-Ary Askhara: Tuntutan ke Saya Gila!

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 12:14 WIB
Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) membandingkan tuntutannya 6 tahun penjara dengan tuntutan jaksa terhadap koruptor. Dia membandingkan tuntutannya dengan Pinangki Sirna Malasari hingga Djoko Tjandra.

Hal itu disampaikannya saat membacakan duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Kamis (17/6/2021). Dia menilai tuntutan jaksa terhadapnya tidak adil jika dia membandingkan dengan tuntutan jaksa, padahal menurutnya korupsi adalah tindakan pidana luar biasa dan lebih jahat dibanding kasusnya.

"Fakta menunjukkan banyak kasus korupsi yang merugikan negara miliaran hingga triliunan rupiah tapi dituntut ringan, seperti dalam kasus koruptor Djoko Tjandra, ternyata Djoko Tjandra dan jaksa Pinangki masing-masing hanya dituntut 4 tahun penjara. Sedangkan Irjen Napoleon lebih ringan, hanya dituntut 3 tahun penjara, dan Brigjen Prasetyo lebih ringan lagi, hanya dituntut 2,5 tahun penjara. Bahkan Kasus mantan bos Garuda Ary Askhara hanya dituntut 1 tahun penjara," ungkapnya.

Dia pun mengutip data Indonesian Corruption Watch (ICW) yang menunjukkan 911 terdakwa korupsi, 604 orang dituntut di bawah 4 tahun penjara. Masih mengutip data dari konferensi pers ICW, Habib Rizieq menyebut sepanjang 2020, dari 1.298 terdakwa korupsi, rata-rata tuntutan 4 tahun penjara.

"Bagi JPU bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan bukan hanya kejahatan biasa, tapi kejahatan luar biasa yang jauh lebih jahat dan lebih berat daripada kasus penistaan agama yang pernah dilakukan Ahok sehingga buat gaduh satu negeri, tapi hanya dituntut hukuman percobaan 2 tahun. Dan juga lebih jahat dan lebih berat daripada kasus penyiraman air keras terhadap petugas negara dan penyidik KPK Novel Baswedan sehingga salah satu matanya buta permanen, tapi pelakunya hanya dituntut 1 tahun penjara" ungkitnya.

Dia juga menyoroti alasan pemberat jaksa dalam menuntut yang menyebut dirinya tidak sopan. Dia pun mengaku bersyukur disebut tidak sopan dibanding harus menyuap jaksa untuk memenangi kasus.

"Dan kami juga bersyukur kepada Allah SWT, alhamdulillah, bahwasanya walau kami disebut tidak sopan, tapi kami tidak pernah menyusahkan pedagang kecil dengan memperkarakan dan memenjarakannya hanya karena pesanan kami terlambat dikirim, dan kami juga tidak pernah memeras pegawai pemerintah maupun swasta serupiah pun, apalagi miliaran rupiah, hanya untuk memenangkan kasusnya," sebutnya.

"Dan sekali lagi kami juga bersyukur kepada Allah SWT, alhamdulillah, bahwasanya walau kami disebut tidak sopan, tapi kami tidak termasuk rombongan jaksa yang diberhentikan oleh Jaksa Agung RI beberapa waktu lalu karena terlibat main proyek. Terima Kasih untuk Jaksa Agung RI," tambahnya.

Selain itu, Habib Rizieq juga membandingkan tuntutan dan vonis hakim terhadap kasus pidana di beberapa pengadilan negeri di Indonesia. Menurutnya, tuntutan 6 tahun untuk dirinya adalah hal tidak wajar.

"Bandingkan dengan tuntutan gila JPU dalam kasus RS Ummi terhadap saya, yaitu penjara 6 tahun dan terhadap Habib Hanif Alatas maupun Dr Andi Tatat masing-masing penjara 2 tahun," katanya.

Simak video 'Habib Rizieq Berterima Kasih ke Kapolri karena Difasilitasi Disertasi':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/fjp)