Round-Up

KPK Era Firli Disanjung Fahri Hamzah hingga Rela Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 20:31 WIB
Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah berjalan usai mengikuti Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020). Negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya kepada Fahri Hamzah yang disematkan oleh Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Fahri Hamzah (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Fahri Hamzah adalah politikus kawakan yang sering melontarkan kritik atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun kini tiba-tiba Fahri seolah berbalik arah selepas KPK kini dipimpin Firli Bahuri.

Mantan Wakil Ketua DPR itu dulu dikenal akan kritik-kritik pedasnya untuk KPK. Coba tengok saja pada akhir 2018, ketika Fahri pernah menyebut KPK frustrasi lantaran sering melakukan operasi tangkap tangan atau OTT.

"Kalau cara-cara OTT gini ini cara-cara yang sebenarnya menunjukkan bahwa KPK frustrasi. Masa Ketua KPK bilang 'kalau KPK mau, bisa OTT setiap hari', kalau KPK dikasih aparat lebih banyak, dia bisa OTT setiap hari? Ini kan frustrasi," ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Menurut Fahri, seringnya melakukan OTT menggambarkan kegagalan KPK. Indikator keberhasilan KPK seharusnya dengan semakin langkanya perilaku korupsi di Indonesia.

Fahri pernah berkata tentang kritiknya itu pada KPK. Menurutnya, kritik yang dilakukan pejabat negara wajar karena sedang menjalankan konstitusi.

"Sampai sekarang nggak berani yang berkata lain, muji-muji termasuk maling muji KPK supaya nggak diganggu. Iklim ini jelek. Semua partai mau diajak ke kabinet dan anggota nggak boleh bicara. Padahal ini presidentil. Kontrak DPR dengan rakyat, presiden dengan rakyat," tuturnya.

"Dia (KPK) menganggap dia nggak boleh dikritik karena misinya mulia. Persis pikiran lama, kaum tiran di abad pertengahan yang merasa mulia, dia nggak mau dikritik padahal dia pake uang negara. Kan sakit kalau begini cara berpikirnya," imbuhnya.

Nama Fahri Hamzah Muncul di Kasus Ekspor Benur

Kini kita tarik garis waktu masa kini tepatnya pada Selasa, 15 Juni 2021, bertempat di Pengadilan Tipikor Jakarta. Saat itu jaksa KPK mengungkap komunikasi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dengan stafsusnya bernama Safri terkait informasi perusahaan yang hendak mengikuti budidaya dan ekspor benur. Ada nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah dalam percakapan itu.

"Pada tanggal 16 Mei juga, 'Saf, ini tim Pak Fahri Hamzah mau jalan lobster. Langsung hubungi dan undang presentasi. Saksi menjawab 'oke, Bang.' Benar itu?" tanya jaksa KPK dan diamini Safri lagi.

"Berarti memang ada perintah dari Edhy? Saudara saksi masih ingat nama perusahaannya?" ucap jaksa.

Safri lagi-lagi mengaku tidak tahu. Dia mengaku saat itu hanya berkoordinasi dengan Andreau Misanta Pribadi yang juga stafsus Edhy dan Ketua Tim Uji Tuntas Ekspor Benur.

Lantas detikcom berupaya meminta konfirmasi ke Fahri perihal jalannya sidang itu. Menurutnya, apa yang terungkap dalam sidang Edhy Prabowo bukan rahasia.

"Itu kan bukan rahasia," kata Fahri saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (16/6/2021). Fahri menjawab pertanyaan apakah pernah meminta izin budi daya benur tapi tak menjelaskan secara detail.

Eks Wakil Ketua DPR RI itu menyinggung soal legalisasi sebuah izin. "Menurut Anda, kalau orang pernah dapat izin, pernah meminta nggak?" ujar Fahri.

"Nah, yang penting kan legal," lanjut Fahri Hamzah.

Tonton juga Video: Demo BEM SI di Depan Gedung KPK Ditutup Aksi Teatrikal untuk Firli

[Gambas:Video 20detik]