Bahas Rusuh Uncen, Rapat Internal FPDIP Ricuh
Jumat, 17 Mar 2006 16:09 WIB
Jakarta - Membahas kerusuhan Universitas Cenderawasih (Uncen), eh hasilnya malah kericuhan. Itulah yang terjadi dalam rapat internal FPDIP DPR di Senayan, Jakarta, Jumat (17/3/2006).Rapat itu sejatinya membahas hal-hal krusial yang tengah ramai saat ini. Misalnya saja kerusuhan di Uncen yang menewaskan 4 aparat dan melukai belasan lainnya. Lalu juga masalah pengelolaan Blok Cepu yang jatuh ke tangan ExxonMobil.Kedua usulan itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Bambang Wuryanto. Usulan ini ditimpali oleh Irmadi Lubis yang menyebut kejadian di Uncen harus dilihat dalam perspektif politik. Karena itu harus disikapi oleh FPIDP. Pendapat Irmadi ditimpali Murdaya Poo yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Suami Hartati Murdaya ini melihat peristiwa itu dalam perspektif bisnis. Dengan demikian, masalah itu tak perlu terlalu dibesar-besarkan.Perbedaan pandangan inilah yang memicu silang pendapat keduanya. Hal yang sama juga terjadi ketika menyikapi Blok Cepu. Irmadi menilai kasus itu secara politis, sedangkan Murdaya Poo secara bisnis.Tak cuma debat dengan nada tinggi yang terdengar. Gebrakan meja juga terdengar keras.Melihat suasana yang dipenuhi urat syaraf ini, akhirnya Bambang Wuryanto turun tangan. Dia membujuk Murdaya Poo. Tak lama kemudian Bambang berhasil membawa Murdaya keluar ruangan.Rapat internal ini berlangsung tertutup di ruang FPDIP di Nusantara I lantai dasar. Rapat dipimpin Jacobus Mayongpadang.Menurut Jacobus, suasana panas semacam itu adalah hal yang wajar dalam rapat-rapat FPDIP. Masalah itu juga telah berhasil diselesaikan."Itu biasa dan sudah selesai," kata Jacobus pada pers yang meminta klarifikasi pukul 15.00 WIB.Sedangkan Irmadi menolak berkomentar. "Biar fraksi yang bicara," elaknya. Sementara Murdaya Poo belum bisa dikontak.
(nrl/)











































