Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemnaker Teken MoU dengan Alfamart-LinkAja

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 17:51 WIB
Menaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat perusahaan untuk meningkatkan kualitas SDM tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Keempat perusahaan itu ialah PT Sumber Alfaria Tbk (Alfamart), PT Kubota Indonesia, PT Mobil Laku Indonesia (OLX Autos), dan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan salah satu upaya yang tengah digencarkan Kemnaker adalah meningkatkan kualitas SDM melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi di BLK. Pelatihan vokasi bertujuan membekali tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri agar saat kondisi ekonomi berangsur pulih dan kesempatan kerja bertambah, tenaga kerja dapat segera mengisi kebutuhan industri.

"Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya mengimplementasikan program transformasi BLK untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi sebagai program unggulan peningkatan kualitas SDM Indonesia," kata Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/20210.

Akan tetapi, Ida menegaskan kesuksesan program ini membutuhkan dukungan seluruh pihak, salah satunya industri sebagai pengguna langsung tenaga kerja. "Industri ini pihak yang paling memahami kompetensi apa saja yang dibutuhkan secara riil di lapangan," ucapnya.

Menurut Ida, keberadaan industri sebagai mitra dapat memberikan masukan atas kebutuhan keterampilan di industri untuk membantu memberikan masukan atas kekurangan keterampilan tenaga pengajar atau instruktur pelatihan, perkembangan peralatan yang digunakan di industri, bahkan soft skills apa saja yang dibutuhkan oleh industri.

"Untuk itu, industri perlu bergandengan tangan dengan pelaksana pelatihan dalam menciptakan link and match antara lulusan pelatihan dengan kebutuhan di industri," kata Ida.

Dijelaskan Ida, MoU dengan PT Sumber Alfaria Tbk (Alfamart) merupakan perpanjangan kerja sama yang sudah dijalankan sejak tahun 2018, yakni terkait penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi untuk mempersiapkan SDM kompeten di bidang retail. Sedangkan MoU dengan PT Kubota Indonesia berkaitan dengan kerja sama pengembangan pelatihan vokasi di bidang otomotif mesin diesel yang merupakan spesialisasi dari PT Kubota Indonesia.

MoU dengan OLX Autos berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetesi dan sertifikasi kompetensi SDM bidang otomotif, khususnya untuk penyiapan SDM sebagai petugas inspeksi kendaraan. Adapun MoU dengan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) merupakan kerja sama dalam rangka penyaluran dana insentif dalam proses dan/atau pasca pelatihan vokasi.

Ida mengapresiasi para mitra industri atas partisipasi dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui model kerja sama dengan BLK. Ida menambahkan kerja sama antara Kemnaker dan dunia industri sangat penting karena pengembangan kompetensi SDM harus melibatkan seluruh pihak, termasuk industri selaku user/pengguna tenaga kerja kompeten.

"Saya berharap nota kesepahaman bersama ini dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar terhadap tenaga kerja Indonesia. Melalui sinergi ini diharapkan lulusan pelatihan BLK telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap," pungkas Ida.

Sementara itu, Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung digitalisasi penyaluran program-program pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, dengan digitalisasi, penyaluran program pemerintah akan lebih cepat, tepat, transparan, sekaligus memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penerimanya.

"Kerja sama kami bersama Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ini merupakan bentuk nyata komitmen kami tersebut," kata Haryati.

(ncm/ega)