Gempa M 6,1 Maluku Tengah Dirasakan hingga 5 Detik, Warga Berhamburan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 14:46 WIB
Maluku Tengah -

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,1 dirasakan kuat guncangannya di wilayah Kepulauan Maluku. Warga di Maluku Tengah yang merasakan guncangan hingga 5 detik berhamburan ke luar rumah.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginformasikan masyarakat merasakan guncangan kuat di Kabupaten Maluku Tengah selama 3 hingga 5 detik," tulis keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di situs resminya, Rabu (16/6/2021).

Gempa dengan kekuatan M 6,1 terjadi pada Rabu siang (16/6), pukul 11.43 WIB. Masyarakat setempat panik dan berhamburan keluar rumah.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Maluku Tengah masih melakukan pemantauan di lapangan pascagempa tersebut.

"Gempa yang berlokasi 67 km tenggara Maluku Tengah berkedalaman 10 km. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak memicu terjadinya tsunami," demikian keterangan BNPB.

BPBD Kabupaten Seram Seram Bagian Timur dan Barat juga melaporkan masyarakat di wilayahnya merasakan guncangan kuat selama 3-5 detik saat gempa terjadi.

Sedangkan menurut laporan BPBD Kota Ambon, guncangan gempa dirasakan lemah oleh masyarakat selama 1-3 detik.

"Berdasarkan kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity pada peta guncangan, BMKG mengidentifikasi Tehoru, Masohi, Bula dan Kairatu berada pada III MMI dan Ambon II MMI. Skala III MMI menggambarkan getaran yang dirasakan nyata oleh warga di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," kata BNPB.

Menurut analisis InaRISK, Kabupaten Maluku Tengah teridentifikasi memiliki potensi gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 17 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut, dengan luas bahaya 296.501 hektare.

Dalam catatan BNPB, dalam kurun waktu 10 tahun, gempa bersifat merusak terjadi di wilayah kepulauan Maluku, seperti pada 2019 dan 2020. Pada September 2019, gempa M 6,8 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah kala itu. BNPB mencatat rumah masyarakat di tiga kecamatan di kabupaten ini mengalami banyak kerusakan. Sebanyak 9.006 unit rumah mengalami rusak, sementara ribuan warga luka-luka.

"Terkait dengan gempa M 6,1, BNPB masih terus berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Maluku. Masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi bahaya gempa bumi," tulis keterangan BNPB.

(nvl/idh)