Suara Mahasiswa

Corona Menggila, PB HMI Minta Rencana Belajar Tatap Muka Juli Dievaluasi

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 12:32 WIB
Raihan Ariatama Terpilih Jadi Ketum PB HMI Periode 2021-2023
Ketum PB HMI Raihan (Amir Baihaqi/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengevaluasi rencana belajar tatap muka yang ditargetkan digelar bulan depan. PB HMI mengatakan evaluasi harus dilakukan karena kasus Corona makin menggila.

"Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud-Ristek, harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa dan mahasiswa. Keselamatan dan kesehatan adalah hal yang paling utama saat ini," kata Ketum PB HMI Raihan Ariatama, Rabu (16/6/2021).

Dia mengaku khawatir kasus Corona terus melonjak jika kegiatan masyarakat, termasuk belajar tatap muka, tak dibatasi. Raihan mewanti-wanti pemerintah soal kemungkinan fasilitas kesehatan yang bisa kolaps gara-gara tak mampu menampung pasien Corona.

"Jangan sampai sistem kesehatan kolaps karena tidak mampu menanggulangi pandemi seperti yang terjadi di India," ucapnya.

Dia mengatakan belajar tatap muka, yang rencananya digelar pada Juli 2021, harus dievaluasi. Apalagi, katanya, kasus Corona di Indonesia terus menggila beberapa hari terakhir.

"Sebaiknya pemerintah mengevaluasi rencana pelaksanaan sekolah tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan. Bukan hanya sekolah, tetapi juga rencana kuliah tatap muka perlu dievaluasi. Sebab, terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir," tuturnya.

Nadiem Jamin Belajar Tatap Muka Tak Bertentangan dengan PPKM

Mendikbud-Ristek Nadiem menyebut kebijakan belajar tatap muka pada Juli masih berlaku. Meski demikian, Nadiem mengatakan tatap muka dapat dihentikan sesuai perkembangan.

"Ada kemungkinan di dalam PPKM tersebut berarti tidak bisa tatap muka terbatas. Tapi itu adalah suatu keharusan yang dialami semua sektor dalam 2 minggu itu, ada pembatasan dan 2 minggu. Itu kalau kemungkinan akan dilaksanakan bahwa tidak ada tatap muka terbatas yang boleh terjadi untuk kelurahan atau desa tersebut," ujar Nadiem saat rapat bersama Komisi X di DPR, Selasa (15/6).

Nadiem mengatakan PPKM sudah menjadi bagian dalam surat keputusan bersama (SKB) terkait pembelajaran tatap muka di bulan Juli. Menurutnya, PPKM akan menjadi instrumen rem di daerah baik kelurahan maupun desa.

Corona Makin Menggila

Kasus Corona di RI terus melonjak tinggi tiap harinya. Hingga Selasa (15/6), ada 1.927.708 kasus positif Corona di RI. Jumlah tersebut bertambah 8.161 kasus dibanding hari sebelumnya.

Selain itu, ada 116.787 kasus aktif Corona di RI. Selain itu, ada 1.757.641 pasien Corona yang dinyatakan sembuh dan 53.280 orang yang meninggal.

(haf/dnu)