Baratu Daud, Bungsu Kolokan yang Ngebet Jadi Polisi

Baratu Daud, Bungsu Kolokan yang Ngebet Jadi Polisi

- detikNews
Jumat, 17 Mar 2006 14:57 WIB
Jakarta - Keluarga Baratu Daud Sulaiman, korban insiden Uncen, mengenang almarhum sebagai anak bungsu yang kolokan. Cita-citanya sebagai polisi sungguhlah besar sehingga dia pernah mendaftar polisi meski belum lulus sekolah."Dia kan bungsu, jadi kolokanlah," kenang Ny Sri Suwarti, ibunda Daud. Sri ditemui di rumah duka di Jalan Borobudur Raya Blok E/II No 11, RT 18 RW 4, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi, Jumat (17/3/2006). Tangis Sri tampak sudah kering. Dia menerima kepergian anak keduanya itu dengan tabah. Sri menceritakan, informasi meninggalnya buah hatinya diterimanya Kamis 16 Maret kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Dia ditelepon oleh rekan Daud di Papua sana. "Saya langsung lemes," cerita Sri yang suaminya telah meninggal pada 2004 ini.Sri mengaku tak ada firasat yang istimewa selama ini. "Cuma mata kiri saya kedutan terus semingguan ini. Saya juga suka bengong, nggak tahu mikirin apa," ujar Sri.Daud Sulaiman adalah anak kedua dari dua bersaudara. Abangnya seorang anggota Marinir. Cita-cita menjadi polisi tumbuh setelah melihat abangnya yang gagah dan kakeknya yang pensiunan polisi.Ketika duduk di kelas 3 SMA, Daud mendaftarkan diri jadi polisi. Tapi dia gagal. "Urusin dulu tuh badan," kata seorang perwira polisi yang mengetesnya sambil menepuk bokong kelahiran 9 Mei 1980 itu seperti ditirukan Sri Suwarti. Maklum, saat itu badan Daud kerempeng.Setahun kemudian Daud mendaftar lagi. Nasib baik berpihak padanya, dia diterima. Begitu lulus, dia langsung ditempatkan di Papua sejak 2000.Tahun 2004, Daud kembali ke Bekasi karena ayahnya meninggal dunia. Saat itu dia mengaku sedang pacaran dengan gadis Bugis bernama Ana. Setelah itu Daud balik lagi Papua. Tak lama kemudian dia mengabari bahwa dia telah menikahi Ana."Saya tahu dia nikah justru dari komandannya. Komandannya bilang, kalau mau menikah, ya harus minta restu orangtua," cerita Sri menerawang. Daud akhirnya minta izin orangtuanya. Tapi tidak ada keluarga Daud yang pergi ke Papua untuk menghadiri pernikahan Daud.Kini Ana, istri Daud, tengah hamil 4 bulan. Dia dalam perjalanan dari Papua ke Bekasi untuk mengikuti pemakaman suaminya. "Saya belum tahu bagaimana wajahnya," kata Sri.Sementara itu, suasana rumah duka yang sederhana tersebut telah dipenuhi kerabat dan tetangga Daud Sulaiman. Sejumlah anggota Polres Bekasi juga tampak. Tenda telah disiapkan, termasuk kursi-kursi plastik. Sebanyak empat karangan bunga tanda duka cita berdiri tegak.Karangan bunga itu berasal dari Walikota Bekasi, Keluarga Besar Sat Brimob Polda Metro Jaya, Kepala Korps Brimob Polri dan Kapolres Bekasi.Pangkat Daud kini sudah dinaikkan menjadi Baraka (Anumerta). Jenazah akan dimakamkan di TMP Bulak Kapal Sabtu besok. (nrl/)


Berita Terkait