Gus Choi: Insiden Papua, Polisi Tidak Perlu Bantuan TNI
Jumat, 17 Mar 2006 15:01 WIB
Jakarta -
Insiden bentrokan antara aparat keamanan dengan pengunjuk rasa di depan Kampus Universita Cenderawasih (Uncen) menewaskan 3 anggota polisi dan 1 anggota TNI AU. Namun hal itu bukan menjadi pertanda TNI boleh ambil bagian."Tidak butuh tentara, seharusnya ditangani oleh polisi sendiri. Kepolisian tidak butuh bantuan tentara," kata anggota Komisi I DPR RI Effendy Choirie di ruang kerjanya, Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Seobroto, Jakarta, Jumat (17/3/2006).Menurutnya TNI tidak perlu menciptakan kondisi seolah-olah di sana dibutuhkan tentara. "Apakah di sana butuh tentara? Polisi kurang percaya diri saja," tukasnya.Dia juga mengatakan, sudah jelas pengamanan di Papua adalah tugas kepolisian. Lebih lagi untuk menangani peristiwa bentrokan tersebut."Tapi fakta di lapangan TNI ikut terlibat. Ini akibat adanya Kodam di setiap provinsi dan mereka tetap bekerja mengurusi hal-hal yang diurus polisi," ujarnya.Selama ini tentara dilibatkan menjaga di sana karena ada anggapan PT Freeport adalah objek vital yang kriterianya ditetapkan sendiri oleh pemerintah dan TNI. "Sesuai UU yang dijaga itu objek vital. Apakah Freeport objek vital? Yang menentukan itu seharusnya pemerintah dan DPR," tegas Gus Choi.Pada Kamis kemarin, Panglima TNI dan Kapolri menyatakan bahwa tidak perlu bantuan pasukan dari TNI atau pun Polri dari kawasan lain di Papua. Namun Presiden SBY telah memerintahkan Panglima TNI bersama Kapolri dan KaBIN untuk pergi ke provinsi itu untuk memantau.
(san/)










































