Bima Arya Sebut Konflik GKI Yasmin Jadi Isu Internasional

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 10:26 WIB
Jakarta -

Sejak menjabat sebagai Walikota Bogor Bima Arya Soegiarto selalu mendapat pertanyaan masalah konflik pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin dan toleransi beragama di wilayahnya. Hal ini dia dengar dari beberapa Duta Besar RI di negara yang didatanginya.

"Para dubes dan diplomat kita selalu bilang kesulitan untuk menjawabnya. Jadi soal GKI Yasmin ini sudah jadi isu internasional, bukan hanya persoalan Kota Bogor tapi persoalan Indonesia, bahkan dunia. Makanya saya katakan selesainya persoalan GKI Yasmin merupakan wujud pesan damai Bogor untuk dunia," kata Bima Arya dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Rabu (16/6/2021).

Dari kasus GKI Yasmin, Bima Arya mengaku belajar banyak. Tidak akan tercapai perdamaian ketika ada salah satu pihak memaksakan kehendak dan menghakimi. Perdamaian tidak bisa dicapai dengan pemaksaan fisik namun harus didasari kesetaraan, kesepakatan, dan saling menghargai.

"Saya kira banyak sekali konflik-konflik di dunia ingin diselesaikan dengan cara kekerasan dan fisik. Untuk itu penyelesaian konflik GKI Yasmin bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua," harap Bima. Saat ini Pemkot Bogor bertekad untuk mengawal proses pembangunan GKI Yasmin sampai terwujud sehingga para jemaahnya bisa beribadah dengan tenang.

Setelah 15 tahun, konflik GKI Yasmin akhirnya dapat terselesaikan pemerintah Kota Bogor dengan menghibahkan lahan untuk pembangunan gereja baru di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kelurahan, Cilendek Barat, Bogor Barat, Minggu 13 Juni 2021. Lokasi baru ini cuma berjarak satu kilometer dari lokasi sebelumnya.

Lahannya lebih luas, dan warga di sekitar lahan baru sudah memberikan persetujuan bagi berdirinya gereja di sekitar lingkungan mereka. Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bogor pun telah memberikan rekomendasi bagi pengurusan IMB.

(jat/jat)