Round-Up

Alarm Corona DKI Berdering di Ambang Masuk Fase Genting

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 07:23 WIB
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, meningkat. Kini Bed Occupancy Rate (BOR) di Wisma Atlet menyentuh angka 80% dari kapasitas normal.
Ilustrasi, pasien COVID-19 (Foto: Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Corona kian mengganas di Jakarta. Sejumlah varian Corona yang ditemukan di Ibu Kota membuat situasi semakin buruk.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut varian yang masuk bernama Alpha, Beta, dan Delta. Hingga kini, terdapat 19 kasus varian baru COVID-19 telah masuk ke Ibu Kota, dimana 5 di antaranya merupakan warga negara Indonesia.

Jika dijabarkan maka varian Alpha merupakan varian yang ditemukan di Inggris. Kemudian, varian Beta berasal dari Afrika Selatan serta Delta dari India.

Selain karena banyaknya varian Corona baru, ledakan COVID-19 terjadi diduga dari klaster libur lebaran 2021. Diketahui, banyak masyarakat yang tidak mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Bahkan ada yang sengaja mudik melalui jalur tikus serta menumpang truk sayur agar bisa sampai ke kampung halaman.

Berikut poin-poin yang perlu kamu ketahui terkait kondisi darurat Corona di Indonesia:

1. Kenaikan Corona di 4 Kota di Jakarta Lebih dari 100 %

Sebanyak 4 daerah di DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus Corona lebih dari 100 persen. Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meminta daerah yang mengalami lonjakan kasus Corona ini memaksimalkan pembentukan posko di tingkat kelurahan.

Vaksin corona 18 tahun ke atas DKI Jakarta Gratis, ini informasinyaVaksin corona 18 tahun ke atas DKI Jakarta Gratis, ini informasinya Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Berikut ini 4 kota di Jakarta dengan lonjakan kasus Corona tertinggi:

Jakarta Barat
- Kasus naik 167%
- BOR 77,33%
- Posko terbentuk 25%

Jakarta Timur
- Kasus naik 103%
- BOR 58,02%
- Posko terbentuk 46%

Jakarta Utara
- Kasus naik 128%
- BOR 25%
- Posko terbentuk 38%

Jakarta Pusat
- Kasus naik 159%
- BOR 86,11%
- Posko terbentuk 19%

2. PPKM Mikro Diperpanjang

PPKM DKI Jakarta diperpanjang hingga 28 Juni 2021 mendatang. Hal ini diputuskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan mempertimbangkan sejumlah fakta kasus COVID-19 beberapa waktu belakangan ini.

"Lonjakan kasus aktif yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, membuat seluruh pihak harus ekstra waspada mencegah Ibu Kota masuk ke fase genting pascalibur Hari Raya Idulfitri. Maka dari itu, perlu intervensi seluruh pihak, sekaligus pihak Pemprov DKI Jakarta melalui Kepgub No. 759 Tahun 2021 dan Ingub No. 39 Tahun 2021 kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 28 Juni 2021," demikian keterangan dari situs Pemprov DKI Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Simak video 'Kasus Covid-19 Meroket, Wisma Atlet Kemayoran Tambah 2.000 Bed!':

[Gambas:Video 20detik]