Ustaz Gay Paksa Siswa Oral Sex-Onani, Muhammadiyah: Coreng Islam!

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 06:37 WIB
Jakarta -

Seorang guru yang kerap dipanggil Ustaz Syukron (33) melakukan pelecehan seksual sesama jenis terhadap muridnya. Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengatakan perbuatan pelaku tidak bermoral.

"Atuh jelas yang gitu mah, itu mah tidak bermoral, sudah bejat akhlaknya, tidak beriman kepada Allah," kata Dadang kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

"Jadi, ustaz begitu mah ustaz yang dangkal pengetahuan agamanya, imannya juga dangkal, akhlaknya juga tidak baik, rusak," sambungnya.

Dadang meminta pelaku yang juga menjadi Ketua Yayasan Pendidikan SMP Islam Terpadu di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) itu untuk diganti. Menurutnya, masih banyak orang yang memiliki ilmu agama dan iman yang baik.

"Ya saya kira diganti, jangan ketua yayasan seperti, cari yang bagus, banyak orang-orang yang baik, imannya kuat, ilmunya dalam, akhlaknya mulia, banyak yang bisa menahan diri. Kalau seperti itu kan mencoreng nama yayasan, mencoreng nama Islam," katanya.

Tindakan Bejat Ustaz Gay

Sebelumnya, Syukron ditangkap polisi karena kasus pelecehan seksual terhadap siswa di sekolahnya. Dia memaksa muridnya untuk melakukan onani dan oral sex.

Syukron diduga sengaja memberi pemahaman salah terhadap korban yang berusia 14 tahun. Dia mengatakan melakukan onani dan oral sex bisa meningkatkan kepercayaan diri.

"Tersangka mengatakan kepada korbannya bahwa melakukan (onani) itu bisa meningkatkan percaya diri," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Ferly P Marasin, Senin (14/6).

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sempat meminta korban mengirimkan video yang menyorot alat kelamin. Korban sempat menolak dan bertanya soal tujuan pengiriman video tak senonoh tersebut.

Pelaku diduga mengalami penyimpangan seksual berupa menyukai sesama jenis. Tersangka melampiaskan ulah bejatnya kepada korban yang masih di bawah umur.

"Awalnya tersangka minta agar korban memvideokan alat kelamin korban. Saat itu korban bertanya apa manfaatnya, yang kemudian dijawab tersangka untuk meningkatkan percaya diri," katanya.

Namun korban tidak kuasa saat disuruh tersangka datang ke asrama sekolah di Padang Panjang. Di kamar Wali Asrama, pelaku memaksa korban melakukan onani dan oral sex.



(man/jbr)