Muncul 'YNTKTS' di Running Text Pom Bensin Cibinong, Diduga Diretas

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 00:25 WIB
Ilustrasi subsidi BBM
Ilustrasi Pom Bensin (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Muncul tulisan 'Ya Ndak Tahu Kok Tanya Saya' (YNTKTS) pada running text sebuah pom bensin di Cibinong, Bogor. Running text itu diduga diretas.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Putut Andrianto menyebut peristiwa itu terjadi pekan lalu. Dia mengatakan running text tersebut kini sudah normal kembali.

"Kalau informasinya minggu lalu (diretas), sampai saat ini saya juga harinya belom dapat informasi detail tadi sudah minta ke teman-teman belum dapet. (normal) Sudah," kata Putut saat dihubungi detikcom, Selasa (15/6/2021).

Putut menjelaskan pihak SPBU mendapat laporan dari konsumen soal tulisan pada running text berubah menjadi 'YNTKTS'. Saat pihak SPBU mengetahui ada keanehan dan tulisan pada running text tersebut langsung diganti.

"Jadi informasi yang kita dapat di SPBU sama teman-teman di region itu memang waktu itu mereka kan nggak sadar sudah dilakukan hack terhadap running text tersebut. Nah setelah ada informasi dari konsumen bahwa ada keanehan di running text segera dilakukan perubahan," jelasnya.

Putut menuturkan kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Hingga saat ini belum diketahui siapa yang meretas running text itu.

"Waktunya nggak lama. Nggak berhari-hari, itu saya belum tahu berapa jam. Ya karena kita nggak tahu siapa hackernya, ya kita jadi warning aja," tuturnya.

Lebih lanjut Putut mengatakan peristiwa running text berubah ini baru pertama kali terjadi. Pihak Pertamina kata Putut, langsung memberikan imbauan kepada seluruh SPBU untuk lebih waspada dan berhati-hati.

"Jadi yang kita lakukan evaluasi ke SPBU nya sendiri, dari Pertamina kita menginfokan ke semua SPBU untuk lebih berhati-hati terhadap kondisi yang ada seperti itu di running text dan semua yang terkait IT. Setahu saya baru sekarang terjadi seperti ini," imbuhnya.

Simak juga 'Server Disdukcapil Subang Sempat Diretas, Warga Takut Data Disalahgunakan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)