Kapal Hantu Berhasil Dievakuasi dari Lumpur Hutan Bakau, ABK Masih Diburu

Deni Wahyono - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 19:57 WIB
Barang bukti kapal tanpa identitas. (ANTARA/dok. Humas Polda Babel)
Barang bukti kapal tanpa identitas. (ANTARA/dok. Humas Polda Babel)
Pangkalpinang -

Polda Bangka Belitung (Babel) telah mengevakuasi kapal hantu yang terjebak di kubangan lumpur hutan bakau Tanjung Jati, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, kapal tersebut sudah tak berpenumpang.

"Barang bukti (kapal hantu) saat ini diamankan di dermaga Polairud Polda Babel. Adapun ABK dan penumpang yang lain sampai saat ini masih dalam proses pencarian. Apa motivasinya, latar belakangnya apa, yang dibawa apa, kenapa dia (ABK) begitu ketakutan dikejar oleh patroli, kita masih perlu kita dalami," jelas Kapolda Babel Irjen Anang Syarif Hidayat kepada wartawan saat meninjau kapal hantu, Selasa (15/6/2021).

Selain mencari ABK, polisi mencari muatan kapal yang dibuang ke laut. Untuk mencari muatan kapal, Anang menuturkan Polda Babel meminta bantuan nelayan.

"Untuk barang-barang yang dibuang di laut masih dalam pencarian, kalau barang itu tenggelam harus bisa ditemukan. Kita juga sudah bekerja sama dengan para nelayan siapa tau menjumpai barang-barang yang tidak dikenal sampai sekarang belum dapat hasil yang memuaskan," terang Anang.

Tak hanya nelayan, Polda Babel juga berkoordinasi dengan Polda Sumsel, Polres OKI, Polda Lampung, hingga Mabes Polri untuk mengejar para awak kapal hantu. "Kita sudah koordinasi dengan Polda Sumsel, Polres OKI, Polda Lampung dan dengan beberapa daerah termasuk dengan Mabes Polri untuk membantu mengungkap kasus ini, baik dalam evakuasi maupun pengungkapan para pelaku," ujarnya.

Menurut Anang, dalam proses evakuasi, kapal petugas mengalami kendala lantaran kapal tersebut terjebak lumpur setinggi pinggang orang dewasa dan kondisi hutan bakau yang masih alami. Kapal hantu berhasil dievakuasi dan dibawa ke dermaga Polairud Polda pada Jumat (11/6) petang.

"Untuk menarik kapal ini membutuhkan proses yang cukup panjang. Termasuk harus memotong beberapa pohon bakau agar kapal bisa berputar arah serta menunggu air pasang," tegas Kapolda.

Sebelumnya, Direktorat Polairud Polda Babel mengamankan kapal tanpa nama atau kapal hantu yang diduga membawa barang ilegal di perairan Babel. Ada aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan dari atas helikopter bak film aksi.

Peristiwa yang viral di medsos itu disebut terjadi pada Sabtu (5/6). Pengejaran berawal dari petugas Polairud Polda Babel yang menerima informasi ada kapal cepat tanpa nama melintas dengan kecepatan tinggi dan diduga membawa barang ilegal di kawasan perairan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Babel.

"Dari Polairud Polda Babel langsung melakukan pengejaran (menggunakan helikopter) dan ditemukan kapal tersebut di kawasan perairan pulau Nangka Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Lalu diberi peringatan dengan public speaking maupun tembakan tidak mau berhenti," kata Irjen Anang di Polda Babel, Senin (7/6).

(aud/aud)