KTV Medan Diduga Sediakan Ekstasi Diminta Ditutup, Bobby: Kita Dalami Dulu

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 18:25 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution (Datuk Haris/detikcom)
Wali Kota Medan Bobby Nasution (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Polrestabes Medan meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution menutup permanen tempat hiburan malam yang diduga menyediakan narkoba. Bobby menyebut pihaknya bakal melakukan pendalaman terlebih dahulu.

Bobby awalnya mengucapkan terima kasih ke pihak kepolisian. Kemudian Bobby menyebut tempat tersebut telah melanggar aturan PPKM Mikro.

"Untuk masalah penutupan itu, pertama dia melanggar, melanggar jam buka, karena tempat hiburan itu nggak diperbolehkan sampai jam segitu buka," kata Bobby di Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Sumatera Utara (Sumut).

Dia mengatakan, dalam penggerebekan tersebut, Satpol PP Kota Medan juga ikut serta. Dia berkomitmen bersama aparat penegak hukum memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Kita berterima kasih kepada Polrestabes Medan sudah membantu kita, sama-sama kita memberantas narkoba di Kota Medan," katanya.

Bobby menyatakan, jika KTV terbukti salah, Pemko Medan akan mengambil tindakan tegas.

"Nah ini kita harus lihat apakah bisa kita tutup, kata Pak Kapolres kan usahanya, kita cabut izinnya. Ini yang akan kita dalami lagi," ujar Bobby.

Permintaan Polisi

Sebelumnya, Polrestabes Medan meminta tempat hiburan malam yang digerebek dan diduga menyediakan narkoba ditutup permanen. Polisi mengatakan permintaan itu akan disampaikan lewat surat setelah memeriksa pengelola tempat hiburan malam terkait.

"Yang jelas, setelah nanti kita memanggil dan memeriksa dari pihak manajemen, kita sudah siapkan, kita akan bersurat ke Bapak Wali Kota Medan untuk dievaluasi izinnya dan kita sarankan untuk ditutup permanen," kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko kepada wartawan, Senin (14/6).

Hal tersebut disampaikan Riko setelah tempat hiburan malam berupa tempat karaoke atau KTV di Medan digerebek dan ditemukan ekstasi. Pihak KTV diduga menyediakan barang haram itu.

"Tapi kita juga nunggu juga hasil pemeriksaan dari Saudara RG alias Kiki," ujar Riko.

Untuk diketahui, polisi mengamankan 71 orang di salah satu KTV di Medan. Sebanyak 51 di antaranya dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine.

"Ternyata dari pengunjung tersebut, 51 dinyatakan positif amfetamin dan metamfetamin atau positif ekstasi atau inek dan juga sabu-sabu," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko.

Di lokasi tersebut, polisi juga menyita 285 butir ekstasi. Diduga KTV yang beroperasi dari 13.00-05.00 WIB itu menyediakan ekstasi bagi pengunjungnya.

"Semuanya ini yang menyiapkan dari pihak pengelola atau pihak manajemen, mulai waiter yang menawarkan, termasuk karyawan operator yang menyimpan ekstasi, yang kita temukan di gudang. Jadi modusnya waiter menawarkan, kemudian tamu atau costumer yang ada di room pesan, kemudian barang diantar oleh karyawan," sambungnya.

Selain itu, salah satu yang juga diamankan polisi adalah Sekda Nias Utara Yafeti Nazara. Polisi mengatakan hasil tes urine Yafeti juga positif narkoba.

"Yang bersangkutan hasil tes urine positif (narkoba)," tutur Riko.

(jbr/jbr)