500 Warga Tangerang Protes Kantor Kompas Demo Perda Palacuran
Jumat, 17 Mar 2006 12:38 WIB
Jakarta - Sekitar 500 orang dari Aliansi Masyarakat Kota Tangerang (Almakta)demo di depan kantor harian terkemuka Kompas. Massa memrotes pemberitaan Kompas mengenai Perda Pelacuran yang dinilai tidak berimbang.Aksi yang diikuti aktivis PGRI, pelajar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah ini digelar sejak pukul 11.00 WIB di depan kantor Kompas, Jalan Palmerah, Jakarta, Jumat (17/3/2006).Massa memrotes pemberitaan di harian Kompas tertanggal 2,3,4 dan 8 Maret 2006 yang dinilai tidak berimbang dan proporsional dan cenderung kontra terhadap Perda Pelacuran dan Miras.Massa meminta Kompas meminta maaf di 5 media cetak nasional dan merevisi pemberitaan soal Perda Pelacuran. Massa juga meminta wartawan Kompas di Tangerang diganti. "Kami akan terus berdemo sampai tuntutan kami dikabulkan," kata salah seorang orator.Aksi ini diramaikan orasi dan pemasangan spanduk bertuliskan "Yang mendukung Perda Pelacuran sama dengan jablay/pelacur," "Kompas jangan sok tahu masyarakat Tangerang sangat mendukung Perda Pelacuran."Jawaban KompasSebanyak 10 perwakilan massa diterima redaksi Kompas. Dalam pertemuan, Wapemred Kompas Rikard Bagun berjanji akan menampung saran massa dengan memberikan hak jawab.Namun Kompas tidak akan memuat permintaan maaf dan tidak mengganti wartawannya di Tangerang karena wartawan itu hanya menjalankan tugas di lapangan.Perda No 8/2005 ini diterbitkan Pemda Tangerang dalam upaya melestarikan nilai-nilai luhur budaya masyarakat dan mencegah praktek pelacuran. Namun pada prakteknya, banyak kekurangan di sana-sini. Misalnya ada seorang istri guru yang sedang menunggu angkot pada pukul 21.00 WIB, ditangkap oleh Trantib Tangerang dengan tuduhan pelacur yang sedang mejeng. Ada juga wanita yang ditangkap saat sedang minum teh botol di pinggir jalan.
(aan/)











































