"Harusnya berlakukan jam malam (curfew) untuk Jakarta," kata Fadli Zon dikutip dari akun Twitter resminya, Selasa (15/6/2021). Fadli Zon mengomentari unggahan Twitter Pemprov DKI Jakarta soal perpanjangan PPKM Mikro.
Menurut Fadli Zon, jam malam akan sangat efektif menangani penyebaran COVID-19 di Jakarta. Dia menyebut banyak negara yang melakukan penerapan jam malam.
Meski demikian, Fadli Zon menyebut DKI Jakarta bisa mempertimbangkan waktu penerapan jam malam, tidak harus serupa negara-negara lain yang telah menerapkannya.
"Di banyak negara kebijakan curfew ini membantu menanggulangi penyebaran/penularan COVID-19. Ada jam malam jam 23, ada yang jam 21 dan ada jam 19. Tergantung situasi dan kebutuhan secara temporer 1-2 minggu atau lebih," kata Fadli Zon sembari mencolek akun @aniesbaswedan.
Kondisi Wisma Atlet Jakarta
Untuk diketahui, pasien COVID-19 di Wisma Atlet mengalami peningkatan. Mayoritas pasien di Wisma Atlet berasal dari Jakarta.
"Mayoritas Jakarta, 80 persen Jakarta," kata Koordinator Humas RSD Covid-19 Wisma Atlet, Letkol TNI AL M Arifin, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).
Dia mengatakan pasien yang masuk ke Wisma Atlet merupakan kiriman dari puskesmas. Arifin mengatakan puluhan pasien masih akan dikirim ke Wisma Atlet.
"Bahkan sudah di kelurahan-kelurahan sebelahnya ikut tertular, Ciracas, Bambu Apus, kendalikannya harusnya mulai sekarang ya. Jalan harusnya sepi jangan macet seperti ini, berarti kan mobilisasi orang tidak dikendalikan," katanya.
Tonton juga Video: Update Pasien RSD Wisma Atlet 15 Juni 2021: Total 5.453 Orang
(gbr/fjp)











































