e-life

Pandemi Picu Orang Posting Aib dan Curhat di Medsos

dtv - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 12:45 WIB
Jakarta -

Pandemi turut menyebabkan banyak orang melampiaskan rasa bosan dan cemasnya ke media sosial. Bahkan, jika sudah di titik berlebihan, seseorang bisa sampai memposting aibnya sendiri atau hal-hal lain yang sudah masuk ranah privat.

Hal ini diiyakan oleh Psikolog Klinis, Christine Ang, M.Psi., Psikolog. "Karena pandemi kan kita nggak bisa ketemu orang lain dengan leluasa, yang tadinya biasa healing dengan jalan-jalan, sekarang nggak bisa. Ketika di rumah aja ya, salah satu pelampiasannya adalah handphone," jelasnya dalam program e-Life di detikcom.

Kegiatan mengunggah konten yang berlebihan ini bisa disebut dengan istilah 'oversharing'.

Respon orang lain juga turut menjadi penyebab seseorang terus melakukan oversharing. Misalnya, ketika banyak orang memberi like terhadap konten oversharing yang kita buat, maka kita akan lebih berhasrat untuk membuatnya lagi di kemudian hari.

Menurut Christine, konten yang bersifat oversharing ini memiliki dampak negatif yang tidak hanya berlaku untuk pembuat, tapi juga pengonsumsi konten.

"Dari sisi pembuat konten, lama-lama juga kan capek usaha banget buat bikin konten yang seviral itu. Dari sisi yang nonton, itu juga bisa kayak, 'Oh hidupnya orang lain enak ya, berarti hidup aku doang yang susah.' Itu bisa bikin perbandingan sosial," paparnya.

Pada dasarnya, semua hal yang berlebihan itu tidak disarankan, termasuk kegiatan sharing di media sosial. Christine menyarankan untuk fokus membagikan hal-hal yang dirasa bermanfaat saja, tidak perlu segala hal harus dibagikan demi mendapat perhatian orang di internet.

"(Oversharing) justru kan bikin energi kita makin terkuras. Lebih baik adalah sharing apa yang memang kita rasa bermanfaat buat orang lain. Bisa membangun orang lain dan membangun diri kita juga. Namanya over, sesuatu yang over dampaknya lebih ke nggak sehat ya dari pada sehatnya," tuturnya.

(gah/gah)