e-Life

Mabuk Medsos, Trend Umbar Aib dan Ngeluh-ngeluh di Dunia Maya

dtv - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 11:56 WIB
Jakarta -

Media sosial kini menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Mengunggah kegiatan sehari-hari ke media sosial menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan. Namun, pada kenyatannya banyak orang yang mengunggah kehidupan pribadi dengan berlebihan, bahkan sampai ke ranah privasi dan aib yang tidak seharusnya diketahui oleh orang lain. Hal ini disebut oversharing.

Seorang Psikolog Klinis, Christine Anggraeni, M.Psi., Psikolog., menjelaskan suatu perilaku dapat dikatakan oversharing ketika seseorang terlalu banyak membagikan informasi pribadi. "Kalau aku lihat ya, sharing yang berlebihan itu ketika kita memang menginfokan informasi pribadi terlalu banyak," jelasnya dalam program e-Life di detikcom.

Perilaku oversharing sendiri salah satunya disebabkan karena seseorang tidak cukup mampu membedakan mana hal yang perlu dan tidak perlu dibagikan di media sosial. "Orang itu punya boundaries yang lemah. Jadi orang itu istilahnya kurang bisa membedakan mana privasi, mana yang boleh dishare. Jadi batasannya itu lemah," ungkap Christine.

Menariknya, bagi sebagian orang, membagikan cerita kehidupan ke media sosial merupakan bagian dari profesi yang mereka geluti. Seorang Content Creator, Falentino Pattra, mengaku tujuan membuat konten media sosial adalah agar bermanfaat bagi orang lain.

"Oke, Pattra main Tiktok harus ada gunanya, harus ada gunanya. Nggak cuma yang joget-joget nggak jelas gitu doang. Pattra nggak mau yang kayak gitu doang sih kalo main Tiktok jadi emang bener-bener pengen main Tiktok tuh karena ada tujuannya, ada manfaat untuk orang lain," jelas Pattra dalam kesempatan yang sama.

Bagi penonton, oversharing bisa berdampak pada timbulnya rasa insecure, membandingkan diri dengan orang lain, hingga timbulnya perbandingan sosial. "Dari sisi yang menonton, itu juga bisa kayak, "oh hidupnya orang lain enak ya, oh hidupnya mereka gampang ya, berarti hidup aku doang dong yang susah", karena rata-rata kan konten yang cepet banget viral tuh konten yang unik, konten-konten yang ada kemewahan juga terkadang. Nah itu bisa bikin perbandingan sosial," jelas Christine.

Christine juga menjelaskan, jika menemukan orang yang dikenal melakukan oversharing, baiknya ditegur secara personal. Namun, keputusan mengubah atau tidaknya perilaku tersebut, semua kehendak orang itu sendiri. Jadi cukup mengingatkan seperlunya. Kalau merasa tidak nyaman, maka lebih baik di-mute, block, atau unfollow saja demi kenyamanan diri sendiri.

(gah/gah)