BBWS Cilicis Tangani Longsor Kali Ciputat

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 20:02 WIB
Jakarta -

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane menangani longsor di Kali Ciputat. Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane, Bambang Heri Mulyono mengatakan banjir terjadi bukan karena air kali yang meluap, melainkan tebing di bibir Kali Ciputat yang longsor sehingga menyebabkan permukiman sekitar tergenang, salah satunya Perumahan Nerada Estate, Kelurahan Cipayung, Ciputat.

"Jadi kejadiannya pada Jumat (11/6) malam, tanah di perumahan Telkom karena hujan kemudian (kondisi tanah) jenuh, terjadi longsor. Longsoran tebing yang cukup tinggi, 7-8 meter menutup kali Ciputat sehingga air berbelok masuk ke perumahan. Kita lihat ada beberapa rumah yang hancur akibat longsoran tersebut," katanya saat meninjau langsung lokasi, Senin (14/6/2021).

Bambang menyebut pihaknya telah turun dengan mengerahkan sejumlah alat berat untuk melakukan pengerukan material longsor yang sempat menutup aliran sungai. Serta membuat tanggul sementara menggunakan karung-karung pasir. Hal ini untuk dimaksudkan untuk menghambat air Kali Ciputat masuk ke pemukiman warga.

"Air yang masuk ke komplek ditutup karung pasir. Kita arahkan kembali masuk ke sungai. Kita memanfaatkan jalan komplek untuk mengarahkan air. Sambil kita lihat lagi timbunan yang terjadi di kali Ciputat," ujarnya.

Dalam menangani ini, Bambang menjelaskan BBWS juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Utamanya terkait bantuan tambahan alat berat, berupa excavator dan breaker.

"Dari kami 1 long arm dan 2 dump truck. Dari pemkot tangsel ada 1 breaker, dan 1 excavator. Jadi kita ada 2 excavator dan 1 breaker yang bekerja di sini," terangnya.

Saat ini pengerukan timbunan longsor terus dilakukan. Banjir yang semula menggenang kini perlahan surut, dan aliran Kali Ciputat pun berangsur normal. Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkot Tangsel atas kerja samanya untuk mempercepat penanganan longsor dan banjir.

"Kita lihat sekarang aliran sudah kembali ke sungai. Di perumahan warga sudah kering. Tapi kita lanjutkan lagi supaya nanti alirannya betul-betul, timbunan yang jatuh ke sungai bisa kita ambil semua," katanya.

"Kami bekerja sama dengan kota Tangsel, kami berterima kasih sekali karena mau bahu-membahu dengan kita," lanjutnya.

Menurut Bambang, upaya penanganan telah dilakukan sejak Sabtu (12/6) dan diharapkan bisa segera selesai. "Kita sejak hari Sabtu sudah terjun ke sini. Kita harapkan hari ini sudah selesai. Paling lambat besok selesai. Karena sekarang sudah sedikit materialnya," tuturnya.

Diketahui, runtuhnya turap dikarenakan kontur tanah yang tidak stabil. Untuk itu, lanjut Bambang, BBWS tengah melakukan kajian terkait kontur tanah di sekitar lokasi agar insiden serupa tak kembali terulang.

"Perlu dievaluasi lagi, dianalisis apakah memang perlu segera ada tindakan tergantung hasil evaluasi. Kelihatan dia bergerak. Artinya kita harus evaluasi apakah pergerakannya akan berlanjut. Kalau saya melihat gejalanya saja. Sudah ada pergerakan. Kita tidak bisa langsung melihat saat ini. Karena kalau bergerak ada potensi dia kembali longsor," tandasnya.

Bambang pun menegaskan Kementerian PUPR juga akan menggandeng sejumlah pihak lainnya, terutama untuk membahas terkait penerapan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau. Dia menilai aturan tersebut perlu diperhatikan mengingat garis sempadan memiliki fungsi untuk menahan aliran sungai saat terjadi banjir, sehingga kondisi seperti ini tidak perlu terjadi lagi.

"Di sisi kiri-kanan sungai itu harus ada sempadan sungai. Jaraknya seberapa itu tergantung kedalaman sungai, lebar sungai, dan lokasinya, di kota atau di desa. Itu harus diperhatikan oleh semua, baik masyarakat umum, pengembang," jelasnya.

"Tidak mungkin Kementerian PUPR berjalan sendiri. Itu harus sama-sama dengan stakeholder yang lain. Karena perizinan perumahan ada sendiri, kemudian tata ruang ada yang menangani. Jadi tidak bisa PU berjalan sendiri. Terutama dengan pemerintah kota," pungkasnya.

Simak video 'Pemkot Tangsel akan Bantu Perbaiki Rumah Korban Turap Longsor':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)