Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Benur Senilai 18,4 M di Palembang

Prima Syahbana - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 18:51 WIB
Rilis penyelundupan benur di Palembang
Rilis penyelundupan benur di Palembang (Foto: Prima Syahbana/detikcom)
Palembang -

Pengiriman benih lobster atau benur ilegal senilai 18,4 miliar digagalkan Bea Cukai Palembang dalam operasi rokok ilegal. Benur ilegal yang diduga hendak dikirim ke luar negeri itu akan dilepasliarkan.

"Pengungkapan ini berdasarkan dua kali penindakan yang kita lakukan bersama Balai Karantina Ikan Palembang dan Bea Cukai Kamwil Sumbagtim ketika menggelar operasi rutin," kata Kepala Kantor Bea Cukai Palembang Abdul Harris ketika konferensi pers di Palembang, Senin (14/6/2021).

Harris mengatakan, dari dua kali penindakan pada 7 Juni dan 12 Juni 2021, pihaknya berhasil menyelamatkan benih lobster sekitar 121.942 ekor senilai Rp 18,4 miliar,

"Benih lobster senilai Rp 18,4 miliar itu ditemukan pada 7 juni dalam 9 karton yang berisi 55.005 ekor dalam 244 bungkus dan 12 Juni ditemukan 8 karton berisi 66.937 ekor dalam 371 bungkus. Total keseluruhannya ada 121.942 ekor baby lobster," katanya.

Benih lobster tersebut, kata dia, ditemukan dalam operasi rutin rokok ilegal dari Jawa yang memasuki Jalan Lintas Palembang. Petugas kemudian menemukan benur ilegal.

"Pada saat melaksanakan pemantauan terhadap kendaraan yang melintas di Jalur Lintas Palembang, Petugas Bea Cukai mencurigai kendaraan yang diduga
mengangkut rokok ilegal akan tetapi, pada saat dilakukan penghentian dan
pemeriksaan, kedapatan berisi karton-karton yang di dalamnya terdapat bungkusan-bungkusan bening diduga berisi baby lobster tanpa perizinan dari Karantina Ikan," terang Harris.

Kemudian, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan Petugas Stasiun Karantina Ikan. Benur itu diduga hendak dikirimkan ke Vietnam.

Satu orang pria berinisial BO diduga merupakan kurir diamankan. Namun, hingga saat ini pihaknya bersama Balai Karantina Ikan dan Polda Sumsel masih mendalami peran pelaku.

"Kita bersama Balai Karantina Ikan di backup Polda Sumsel masih mendalami seperti apa modus operandi pelaku, karena dalam penindakan pertama kita hanya menemukan barang bukti saja di sebuah mobil minibus, sedangkan penindakan kedua kita hanya mengamankan seorang pria berinisial BO diduga merupakan kurir yang tugasnya mengemudikan minibus yang membawa baby lobster tersebut," terangnya.