6 Pernyataan Jaksa di Sidang Habib Rizieq Terkini

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 17:47 WIB
Jakarta -

Sidang Habib Rizieq kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (14/6/2021) terkait tes swab RS Ummi. Kali ini, jaksa membacakan replik atau tanggapam atas pledoi Habib Rizieq pekan lalu.

Berikut 6 pernyataan jaksa di sidang Habib Rizieq hari ini:

Jaksa: Pembelaan Soal Ahok-Hendropriyono Tidak Nyambung

Diketahui saat membacakan pledoi pekan lalu, Habib Rizieq Shihab (HRS) melemparkan tudingan dan menyebut nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga Diaz Hendropriyono. Jaksa menepis pledoi tersebut.

"Emosi tanpa kontrol dan mengaitkan orang lain dalam pembelaan yang tidak ada hubungannya sama sekali," ucap jaksa saat membacakan replik atau tanggapan atas pleidoi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (14/6/2021).

"Di antaranya perkara Ahok, juga menghubungkan dengan Abu Janda, Ade Armando, Denny Siregar, selain dari pada itu, menghubungkan dengan Diaz Hendropriyono yang semuanya tidak ada nyambungnya," imbuh jaksa.

Habib Rizieq ShihabSidang soal swab RS Ummi terkait Habib Rizieq Shihab Foto: dok istimewa

Sidang Habib Rizieq: Jaksa Sebut HRS Banyak Ngeluh

Jaksa menyebut pledoi HRS tak berhubungan dengan pokok perkara. Ia juga mengatakan HRS terlalu banyak menyampaikan keluhan.

"Habib Muhammad Rizieq terlalu banyak menyampaikan keluh kesahnya yang hampir tidak ada hubungannya dengan pokok perkara yang sedang disidangkan, di antaranya oligarki anti Tuhan, entah ditujukan kepada siapa oligarki anti Tuhan tersebut padahal seluruh warga negara berketuhanan dengan sah," ucap jaksa.

"Seharusnya terdakwa menguraikan kekesalannya bukan di sini tempatnya. Jangan berkoar-koar tanpa dalil yang kuat," imbuhnya.

Sidang Habib Rizieq: Jaksa Sebut HRS Mudah Cela Orang Lain

Dalam sidang Habib Rizieq hari ini, jaksa menyebut perangai HRS mudah mencela orang lain usai menuding berbagai pihak dengan emosi tak terkontrol.

"Seharusnya terdakwa menguraikan kekesalannya bukan di sini tempatnya. Jangan berkoar-koar tanpa dalil yang kuat. Kemudian ada kata-kata hujatan, mudah sekali menghujat orang lain," ucap jaksa.

Jaksa: Pengakuan HRS Bertemu Tito-BG di Arab Saudi Cari Panggung

Pengakuan HRS soal pertemuan dengan mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan di Arab Saudi ditanggapi jaksa. Jaksa menilai pengakuan di sidang Habib Rizieq itu hanya mencari panggung.

"Jaksa menyatakan bahwa cerita-cerita yang disampaikan terdakwa tersebut, jaksa menilai tak ada relevansinya. Cerita terdakwa seakan-akan mencari panggung untuk menyalahkan pihak lain dan membenarkan secara sepihak yang dilakukan oleh terdakwa," ujar jaksa.

"Dalam pleidoi terdakwa menyampaikan cerita-cerita yang tidak ada kaitannya dengan fakta hukum, dengan menyebut beberapa nama ada Budi Gunawan, eks Menko Polhukam RI Wiranto, Kiai Maruf Amin yang kini jadi Wapres RI atau Jendral Tito karnavian, pasukan khusus TNI yang semua nggak ada hubungannya dengan fakta-fakta persidangan dengan perkara aquo," katanya.

Jaksa: HRS Kerap Pakai Analogi untuk Membenarkan Tindakan

Jaksa juga menyinggung terkait cara HRS menggunakan analogi saat bertanya pada saksi-saksi di sidang Habib Rizieq. Jaksa menyebut cara itu dilakukan sebagai bentuk pembenaran atas tindakannya.

"Jika kembali kita mengungkap ulang saat pemeriksaan saksi dan ahli, terdakwalah yang sering meminta pendapat saksi fakta dengan memberikan perumpamaan kisah ayah, anak, dan dokter. Dengan cerita khayalan yang sengaja dipotong tidak menceritakan bahwa si ayah sudah dilakukan antigen dan hasilnya antigen dan hasilnya reaktif," ujar jaksa.

"Tapi cerita tersebut hanya dimulai dari si ayah masuk karena kelelahan dan apabila cerita yang dipotong itu ditanyakan kepada saksi fakta, tentu saksi memberi jawaban tidak berbohong," imbuh jaksa.

Jaksa menduga alasan Rizieq memotong cerita tersebut untuk membenarkan argumennya. Jaksa menegaskan cerita yang selalu disampaikan ke saksi sudah dipotong.

"Itu semua dilakukan terdakwa untuk menggunting opini, pembenaran bahwa terdakwa tidak berbohong. Padahal cerita tersebut telah dipotong dan tidak utuh," katanya.

Jaksa: Status Imam Besar HRS Isapan Jempol

Dalam sidang Habib Rizieq, pernyataan kasar kerap dilontarkan HRS. Jaksa penuntut umum (JPU) pun menilai status imam besarnya hanya isapan jempol semata.

"Sudah biasa berbohong, manuver jahat, ngotot, keras kepala, iblis mana yang merasuki, sangat jahat dan meresahkan, sebagaimana dalam pleidoi. Kebodohan dan kedungungan, serta kebatilan terhadap aturan dijadikan alat oligarki sebagaimana pada pleidoi," kata jaksa.

"Kalimat-kalimat seperti inilah dilontarkan Terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya ber-akhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas. Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," imbuh jaksa.

(izt/imk)