Jokowi Soroti 3 Penyebab Klaster Keluarga: Mudik, Wisata, Makan Bersama

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 16:10 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti tiga aktivitas penyebab klaster keluarga hingga kasus Corona melonjak. Aktivitas itu membuat masyarakat abai prokes dan melepas masker.

Awalnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan dua hal yang ditekankan Presiden Jokowi saat rapat terbatas soal Corona. Dua hal itu ialah implementasi di lapangan untuk penerapan prokes dan akselerasi vaksin.

"Terkait implementasi di lapangan, Bapak Presiden menekankan protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin sesuai aturan PPKM mikro yang sudah ada," kata Budi saat jumpa pers yang disiarkan secara virtual, Senin (14/6/2021).

Penyebab Klaster Keluarga

Dalam rapat itu, Presiden Jokowi menugaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan aturan PPKM mikro diterapkan dengan baik.

"Beliau juga menyarankan bahwa banyak klaster keluarga khususnya disebabkan aktivitas mudik, pariwisata seperti yang kemarin terjadi di Pangandaran, kemudian juga aktivitas makan," papar Budi.

"Tiga aktivitas di mana kesempatan buka maskernya tinggi benar-benar diperhatikan dan implementasinya di lapangan diperketat. Kegiatan seperti liburan panjang, wisata yang berkerumun, dan makan bersama," tambahnya mengulang arahan Jokowi.

Baca juga: Zona Merah, Warga di Kudus-Bangkalan Hanya Boleh Ibadah di Rumah

PPKM Mikro Diperpanjang

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah mengumumkan PPKM mikro diperpanjang. Ketentuan mengenai work from home di zona merah menjadi 75 persen.

"Kemudian beberapa kegiatan yang terkait PPKM mikro yang akan diperpanjang tanggal 15 sampai 28 Juni. Ini untuk daerah zona merah work from home-nya 75 persen. Jadi untuk daerah-daerah berbasis PPKM mikro merah itu kantornya 25 persen," kata Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (14/6/2021).

(imk/tor)