Polisi Periksa Ajudan dan Interaksi Wabup Sangihe Sebelum Meninggal

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 14:47 WIB
Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong.
Foto: Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong di ruang kerjanya. (ANTARA/HO-Dok. Pribadi)
Jakarta -

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan Polda Sulawesi Utara (Sulut) akan memeriksa ajudan Wakil Bupati (Wabup) Sangihe, Helmud Hontong. Polisi juga akan memeriksa orang-orang yang berinteraksi dengan Helmud saat di Bali hingga akjirnya meninggal dunia.

"Pemeriksaan saksi ajudan almarhum dan komunikasi dengan siapa saja saat di Bali sampai dengan ditemukan meninggal dunia," ujar Komjen Agus saat dihubungi, Senin (14/6/2021).

Agus menegaskan belum ada tanda-tanda Wabup Sangihe tewas karena keracunan. Hanya saja, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap organ-organ tubuh Helmud untuk mengambil kesimpulan lebih lanjut.

"Autopsi sudah dilaksanakan, pemeriksaan secara laboratoris organ-orang kan butuh waktu pemeriksaannya. Keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat sakit jantung, darah tinggi. Sementara belum ditemukan tanda-tanda keracunan," tuturnya.

Selain itu, Agus menyampaikan pihaknya mengambil cairan lambung dari almarhum untuk diteliti di laboratorium forensik (labfor). "Pastilah (ambil sampel). Untuk apa di autopsi. Cairan lambung," kata Agus.

Sementara itu Direktur Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengaku tak mau membeberkan hasil autopsi karena masih bersifat sementara. Dia memilih menjelaskan hasil autopsi terhadap Helmud jika pemeriksaan sampel organ tubuh rampung dan sudah ditarik kesimpulan.

"Dokter hanya menyampaikan hasil sementara supaya tidak berkembang opini non ahli. Namun kesimpulan dari hasil otopsi menunggu hasil pemeriksaan sampel organ internis dari labfor kurang lebih 2 minggu," imbuh Andi saat dihubungi terpisah.

Sebelumnya, Komnas HAM dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mendorong kepolisian menyelidiki kematian Helmud Hontong, yang dinilai janggal. Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Nana Sudjana mengklaim pihaknya telah membentuk tim untuk mengusut dugaan tersebut.

"Kami sudah menyusun tim khusus penyelidikan terkait kasus ini," ujar Irjen Nana saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (12/6).

Sebelumnya ajudan Helmud, Harmen Rivaldi Kontu, menceritakan detik-detik meninggalnya sang atasan di pesawat rute Denpasar-Makassar. Harmen mengatakan, sebelum meninggal, Helmud sempat memberitahukan kepadanya bahwa sudah merasa pusing. Pada saat itu, Helmud meminta ajudannya menggosokkan minyak kayu putih di bagian belakang dan leher.

Simak cerita detik-detik Helmud meninggal dunia di halaman selanjutnya.